Laman

Wednesday, January 9, 2013

Cantik dengan Asam Amino

Oleh : Hadi Riyadi

            Asam amino merupakan senyawa penyusun protein.  Apakah anda tahu siapa yang menemukan protein?.  Istilah “protein” ditemukan oleh Jac Berzelius, yang diterima oleh ahli kimia Belanda Gerardus J. Mulder, yang ditulis dalam Bulletin des Sciences Physiques et Naturelles en Neerlande in 1838 (Pencharz, 2012).  Dengan demikian, istilah protein berasal dari bahasa Yunani ‘‘proteios”, yang berarti yang menduduki tempat pertama, sudah kita kenal sejak 175 tahun yang lalu.  Gerardus mendefinisikan protein sebagai senyawa dalam pangan yang mengandung nitrogen dan dipercayainya merupakan suatu senyawa yang sangat penting bagi berfungsinya tubuh, yang tanpa senyawa ini, kehidupan tidak mungkin terjadi.  Sekarang tentu sulit untuk mempertahankan pendapat bahwa protein lebih penting daripada zat gizi lain.

            Protein merupakan bagian dari semua sel-sel hidup.  Seperlima dari berat tubuh orang dewasa merupakan protein.  Hampir setengah jumlah protein terdapat di otot, seperlima terdapat di tulang atau tulang rawan, sepersepuluh terdapat di kulit, dan sisanya terdapat dalam jaringan-jaringan lain dan cairan tubuh.  Semua enzim merupakan protein.  Asam nukleat di dalam inti sel, yang bertanggung jawab bagi transmisi informa genetik pada reproduksi sel, sering terdapat berkombinasi dengan protein sebagai nukleoprotein.  Hanya urin dan empedu yang dalam keadaan normal tidak mengandung protein.

Klasifikasi Asam Amino

            Di alam terdapat ratusan jenis asam amino, tetapi hanya sekitar 20 jenis saja yang tampak sebagai penyusun protein.   Berdasarkan aspek fungsional, asam-asam amino diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu essensial (harus ada dalam makanan),esensial bersyarat (pada kondisi tertentu harus disuplai dari makanan), serta non essensial (tidak harus ada dalam makanan karena dapat dibentuk didalam tubuh).  Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh.  Pada tabel 1 terlihat 9 dari 20 asam amino merupakan asam amino essensial yang harus diberikan oleh makanan.  Ada pula asam amino yang digolongkan sebagai asam amino essensial bersyarat, yaitu asam amino yang secara normal merupakan non-esensial, tetapi harus disuplai dari makanan pada keadaan khusus dimana kebutuhannya melebihi kemampuan tubuh untuk memproduksinya.  Jika nitrogen cukup tersedia, tubuh dapat mensintesis tujuh asam amino lainnya (non essensial) yang dibutuhkan untuk membangun protein tubuh.  Nitrogen yang harus ada (indispensable) adalah nitrogen yang dibutuhkan tubuh untuk mensintesis asam-asam amino yang tidak diberikan oleh makanan.  Nitrogen tersebut yang digunakan dalam sintesis asam amino non essensial yang mungkin berasal dari asam-asam amino non essensial lainnya atau dari kelebihan asam-asam amino essensial. 


Tabel 1.  Klasifikasi asam amino

Asam amino esensial
Asam amino esensial bersyarat*)
Asam amino non-esensial
Histidin
Arginin
Alanin
Isoleusin
Sistein
Asam aspartat
Leusin
Glutamin
Asparigin
Lysin
Glisin
Asam glutamat
Methionin
Prolin
Serin
Fenilalanin
Tirosin
Threonin
Triptofan
Valin


            Asam-asam amino membentuk rangkaian rantai panjang yang disebut peptda (1-100 asam amino), polipeptida (100-200 asam amino), dan protein (lebih dari 200 asam amino). Protein merupakan komponen esensial dari otot, kulit, membran sel, darah, hormon, antibodi, enzim, dan bahan genetik, serta hampir semua komponen dan jaringan tubuh lainnya.  Protein berperan sebagai komponen struktural, biokatalis (enzim), antibodi, pelumas, hormon, dan pembawa.  PErtumbuhan, perbaikan dan mempertahankan semua sel tubuh sangat tergantung pada suplai protein yang terus menerus pada tubuh.  Karena itu, rambut, kulit, dan mata yang cantik dan sehat sangat tergantung pada protein yang terkandung dalam makanan.

Fungsi dan Manfaat Asam Amino di Kulit

          Struktur kulit terdiri dari berbagai komponen, dan komponen terbesarnya adalah asam amino.  Karena itu penggantian asam amino tersebut dapat membantu struktur kulit yang normal, sehingga dapat memperbaiki kecantikan kulit.  Disamping penggantian asam amino yang merupakan komponen kulit, efikasi perbaikan kondisi kulit diwujudkan dalam berbagai cara.

            Apa saja fungsi asam amino di kulit?  Di kulit asam amino mempunyai fungsi (Tabor & Blair 2009) sebagai berikut :

1.      Pengisi/komponen kulit

a.       Mempertahankan kelembaban alami (natural moisturizing factor)

b.      Pengisi keratin (protein lapisan kulit luar).

c.       Pengisi kolagen.

2.      Regenerasi jaringan kulit.

a.       Untuk pergantian kulit.

b.      Untuk sintesis kolagen.

3.      Melindungi terhadap kerusakan Sinar Ultraviolet (melalui aktivitas antioksidan).

a.       Mengurangi pembentukan melanin (pigmen kecoklatan atau hitam).


Bagaimana Cara Pemberian ke Kulit?

            Ada dua cara memberikan komponen penting (termasuk asam amino) ke kulit.  Pertama melalui aplikasi eksternal, dan kedua melalui pemberian secara oral (lewat mulut).  Karena kulit merupakan organ yang memiliki kontak langsung dengan lingkungan eksternal, maka pandangan umum bahwa pemberian langsung suatu bahan dari luar melalui aplikasi eksternal merupakan cara yang paling efektif,  sehingga banyak pengembangan berbagai produk kosmetik yang cara pemberiannya dioles dikulit (topical). Pada saat sekarang ini banyak produk-produk tersebut yang diformulasi dengan asam amino.

            Kita tahu bahwa kulit kita terdiri dari beberapa lapis, yaitu epidermis, dermis dan hipodermis.  Lapisan terluar adalah lapisan epidermis.  Pada lapisan epidermis ini ada beberapa stratum, dan stratum yang paling luar adalah stratum corneum.  Stratum corneum ini berperan sebagai penghalang melawan serangan bahan-bahan dari luar.  Karena itu, untuk bahan-bahan yang dikirim ke bagian kulit yang lebih dalam, asupan melalui mulut (yang dikirim dari dalam tubuh ke kulit melalui aliran darah) tampaknya lebih efektif.  Dengan demikian, dua cara tersebut dapat digunakan untuk mengganti komponen penyusun kulit secara efektif, yaitu pemberian melalui pemberian secara eksternal untuk mendukung efeknya pada permukaan kulit, seperti stratum corneum, epidermis, dll, dan pemberian secara internal untuk ndukung efeknya pada bagian dalam jaringan kulit, dalam hal ini dermis.

Apa saja Asam Amino yang Berperan ?

            Jenis-jenis asam amino akan berbeda pada masing-masing fungsinya.  Sebagai contoh asam amino ornithin sebanyak 800 mg/hari yang diberikan pada wajah (dioles) selama tiga minggu pada laki-laki dan wanita yang berusia 47-65 tahun ternyata mampu memperbaiki kerutan dan elastisitas kulit wajah dibandingkan dengan plasebo.  Jenis asam amino yang berperan tersebut adalah :

1.      Pengisi/komponen kulit

a.       Mempertahankan kelembaban alami (natural moisturizing factor) : serin, glisin, alanin, citrullin, treonin.

b.      Keratin (protein lapisan kulit luar) : metionin, sistein, sistin.

c.       Kolagen: glisin, prolin, alanin, hidroksiprolin.

2.      Regenerasi jaringan kulit.

a.       Pergantian kulit : arginin, citrullin, ornithin, glutamin.

b.      Sintesis kolagen : arginin, glisin, ornithin, hidroksiprolin.

3.      Melindungi terhadap kerusakan Sinar Ultraviolet (melalui aktivitas antioksidan).

a.       Penekanan melanogenesis : glutation, sistein, metionin, histidin, arginin, citrullin.

            Jadi jelaslah bahwa asam amino memainkan peranan penting terhadap kecantikan kulit.  Protein seperti keratin dan kolagen berperan sebagai pelembab dan juga pelindung dan pembangun kulit.  Pergantian sel kulit, yang merupakan proses penting dalam mempertahankan dan memperbaharui kulit yang cantik, merupakan suatu hal yang diperlancar oleh asam amino.  Karena itu asam amino sangat mendukung regenerasi kulit.  Tidak hanya itu, asam amino melalui peran antioksidannya ternyata mampu melindungi kulit dari sinar UV.

            Peranan asam amino pada kecantikan dapat diterapkan melalui luar dan dalam. Saat ini berkembang konsep “kecantikan dari dalam”, karena itu peranan asam amino yang diberikan secara oral sangat efektif dalam mempercantik dan memperbaiki kondisi kulit.
Sumber :
Pencharz PB.  2012.  Protein and Amino Acids.  In Erdman Jr JW, Ian A. Macdonald IA, and Zeisel SH Eds) Present Knowledge in Nutrition.  Tenth Edition.  Iowa : International Life Sciences Institute-Wiley-Blackwell.

Tabor A and Blair RM.  2009.  Nutritional Cosmetics: Beauty from Within.  Burlington, MA : William Andrew.

1 comment:

Unknown said...

Artikel bapak bagus dan sangat bermanfaat. Terimakasih.