Laman

Senin, 09 Oktober 2017

Sekedar tahu : Kayu manis membuat cerdas

Siapa yang tidak kenal kayu manis.  Rempah yang melimpah di negara kita.  Rempah ini biasa digunakan dalam masakan tradisional Indonesia.  Sudah banyak penelitian yang menunjukkan betapa kayu manis sangat baik untuk pengobatan dabetes dan penyakit lainnya.

Tahukah kamu, kayu manis kemungknan bisa membuat seseorang lebih cerdas ujar  Prof.  Kalipada Pahan seorang peneliti pada Rush University di Chicago Amerika Serikat, yang sudah meneliti kayu manis bertahun-tahun.  Pada penelitian sebelumnya kayu manis dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer’s.  Saat ini, penelitian terbaru menemukan bahwa kayu manis membantu hewan belajar lebih baik.  Pembelajar lambat yang mengkonsumsi kayu manis dapat memproses informasi  yang baru lebih cepat dengan cara mempengaruhi berbagai protein di bagian otak yang bertanggungjawab untuk memori dan pembelajaran. Seperti diketahui pembelajar lambat memiliki protein CREB (cAMP response element binding) yang lebih sedikit  dibandingkan dengan pembelajar baik, dan memiliki protein GABRA5 (gamma-aminobutyric acid type A receptor alpha5 subunit) yang lebih banyak.  Protein CREB merupakan suatu protein yang terlibat dalam memori dan pembelajaran di hippocampus, sedangkan protein GABRA5 merupakan suatu protein yang mencegah masuknya informasi baru ke dalam otak.  Nah dalam penelitian ini ditemukan bahwa kayu manis dapat menyeimbangkan kedua jenis protein ini di dalam otak seperti yang terdapat pada pembelajar yang baik.  Luar biasa kayu manis.

Para ilmuwan percaya hasil penelitian ini juga akan berlaku juga untuk manusia.  Kabar ini sangat menggembirakan. Tentu saja perlu dibuktikan juga penelitian ini pada manusia.  Biasanya sih fenomenanya akan sama.  Semoga.

Jumat, 29 September 2017

HLPE Report No 12 - Nutrition and Food Systems

Saat ini satu dari tiga orang mengalami kekurangan gizi (malnourished), dan satu dari dua orang akan mengalami kekurangan gizi (malnourished) pada tahun 2030 jika kita tidak melakukan apa-apa.  Karena itu lembaga-lemabaga tingkat dunia dan pemerintah  harus banyak melakukan upaya untuk mengatasi masalah gizi.  Pada sesi ke-42 pada bulan Oktober 2015, the Committee on World Food Security (CFS) meminta the High Level Panel of Experts on Food Security and Nutrition (HLPE)  untuk menyiapkan laporan tentang Sistem Pangan dan Gizi, untuk disajikan pada CFS 44 pada bulan Oktober 2017. Topik ini sangat relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Implementasi  Deklarasi Gizi Roma 2014, dan Decade of Action for Nutrition(2016–2025), serta pemenuhan hak terhadap pangan yang cukup.
Tujuan laporan ini adalah  1) menganalisis bagaimana sistem pangan mempengaruhi pola makan dan outcome gizi penduduk; dan 2) menyoroti kebijakan dan program efektif yang berpotensi membentuk sistem pangan, berkontribusi terhadap perbaikan gizi, dan memastikan bahwa pangan yang diproduksi, didistribusi, dan dikonsumsi dengan cara-cara berkelanjutan yang melindungi hak-hak terhadap pangan untuk semua. Pada laporan ini juga disajikan studi kasus singkat yang merefleksikan berbagai pengalaman praktis dalam konteks yang berbeda.  Disajikan juga rekomendasi berorientasi-aksi bagi pemerintah dan stakeholder.




Selasa, 26 September 2017

The state of food security and nutrition in the world 2017

Badan Pangan Dunia (FAO) bersama dengan lembaga-lembaga lainnya (United Nations Children’s Fund (UNICEF), the World Health Organization (WHO) , IFAD dan WFP) merelease laporan terbaru  tentang The State of Food Security and Nutrition in the World .  Edisi tahun ini ditandai dengan awal era baru dalam memonitor kemajuan-kemajuan yang telah dibuat untuk mencapai  dunia tanpa kelaparan dan malnutrisi, dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs)). Dalam laporan ini dimonitor kemajuan-kemajuan pencapaian target mengakhiri kelaparan (Target SDG 2.1) dan semua bentuk malnutrisi (Target SDG 2.2). Juga dibahas analisis tematik tentang bagaimana ketahanan pangan dan gizi berkaitan dengan kemajuan-kemajuan pada target-target SDG yang lain.

Laporan ini sangan menarik karena itu merupakan bacaan yang wajib.
http://www.fao.org/3/a-I7695E.pdf

Senin, 21 Agustus 2017

Sight and Life Magazine: Focus on Food Culture Vol 31 (1) 2017

Majalah Sight and Life vol 31(1) 2017 ini memfokuskan pada budaya pangan.  Budaya pangan merupakan salah satu bagian dari gizi yang sama pentingnya dengan biologi, biokimia, kimia, dan gen.  Karena itu faktor budaya harus sangat dipertimbangkan dalam memahami dan mengatasi masalah-masalah gizi.

Bagi yang berminat akan majalah ini bisa diunduh pada link berikut:
http://sightandlife.org/wp-content/uploads/2017/07/Sight-Life-Magazine-Focus_Food-Culture-2017.compressed.pdf

An Investment Framework for Nutrition - Reaching the Global Targets for Stunting, Anemia, Breastfeeding, and Wasting

Bank Dunia mempublikasi buku baru tentang Investasi Gizi.  Buku ini sangat menarik untuk dibaca dan dijadikan referensi.


Kalau berminat bisa diunduh pada link berikut :

Jumat, 03 Februari 2017

Sabtu, 14 Januari 2017

Good Nutrition: Perspectives for the 21st Century

Buku ini sangat bagus untuk menambah wawasan tentang gizi. 

Saya menyarankan agar teman2 bisa mengunduh dan membacanya. Mengunduhnya per bab ya, klik aja pada judul bab-nya, lalu klik pdf.

Kamis, 22 Desember 2016

Compendium of Actions for Nutrition (CAN)


Tahukan anda dengan CAN? CAN adalah compendium of actions for nutrition atau ikhtisar aksi gizi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi di dunia.  Seperti diketahui masalah gizi merupakan masalah multisektor, olah karena itu tidak ada satu lembaga atau pemerintah yang mampu mengatasi masalah gizi secara sendiri-sendiri.  Masalah gizi hanya bisa diatasi dengan Tata Kelola Gizi Multi-sektoral, yang secara bersama-sama merancang dan melaksanakan pemberantasan masalah gizi.
Nah bagaimana strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah gizi bisa didapatkan di buku “Compendium of Actions for Nutrition (CAN)”.  Silahkan unduh disini