Laman

Monday, January 21, 2013

Hindari penuaan kulit dengan makanan IG rendah


Oleh :  Hadi Riyadi    

            Proses penuaan kulit merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan.  Tetapi kita dapat memperlambat proses tersebut dan melakukan hal yang terbaik dengan gen yang kita miliki. Proses penuaan kulit terjadi di beberapa lapisan kulit.  Pada lapisan kulit paling luar, yaitu epidermis, terjadi penuaan yang ditandai dengan penurunan melanosit.  Melanosit merupakan sel-sel yang menghasilkan pigmen warna dalam kulit ketika kita terpapar sinar ultraviolet, sebagai bagian dari mekanisme perlindungan kulit terhadap kerusakan .  Sehingga dengan penuaan, kulit sangat beresiko rusak akibat pembentukan radikal bebas dan rawan terhadap kanker.  Sel-sel imunologi yang dikenal sebagai sel Langerhans juga mulai menurun jumlahnya, yang berpotensi mengurangi fungsi perlindungan kulit terhadap patogen.  Kulit juga mulai pudar akibat kekurangan suplai oksigen dan zat gizi, yang biasanya disuplai dari lapisan dermis (dalam).  Hal ini akibat kontak epidermis dan dermis mulai menurun.  Dan dampaknya fungsi sel lapisan luar kulit memburuk yang menyebabkan kulit menjadi pudar dan mati.  Hal lain adalah dengan semakin meningkatnya umur, lapisan epidermis semakin menipis sebagai akibat dari laju pembentukan sel kulit juga semakin menurun dibandingkan laju degradasinya.  Sebagai akibatnya kulit kelihatan lebih kendor.

            Penuaan berakibat yang sangat besar terhadap dermis (lapisan kulit bagian dalam). Sel-sel fibroblast yang bertanggungjawab untuk pembentukan kolagen mulai mengkerut, yang menyebabkan jumlah kolagen yang dibentuk menurun.  Kolagen dan elastin, serta ditambah matriks ekstraselular , merupakan struktur dasar yang memungkinkan kulit mempertahankan elastisitasnya dan mempertahankan struktur tampak-mudanya.  Dengan semakin menua, kolagen juga semakin menipis, karena adanya peningkatan enzim metalloproteinase yang berfungsi memecah kolagen.  Akibatnya elastisitas dan kemampuan struturalnya menjadi menurun.

            Dermis merupakan tempat suplai darah untuk kulit.  Dengan penuaan terjadi penurunan pembuluh darah, dan sirkulasi ke daerah ini juga menurun.  Hal ini menyebabkan penurunan jumlah oksigen dan zat gizi yang dikirim kesini.  Inilah alasannya mengapa kulit yang menua mulai tampak pucat dan terasa lebih dingin.  Ini karena aliran darah ke darah ini lebih sedikit.  Dua alasan inilah yang menyebabkan densitas dermis keseluruhan menjadi menurun selama penuaan.

            Penuaan juga terjadi pada lapisan subkutan.  Lapisan tebal lemak  ini, yang terutama terdiri dari lemak dan serat kolagen, juga semakin menipis.  Level lemak di daerah ini mulai menurun, yang menyebabkan kulit menjadi kurang sempurna (tidak kencang).  Hal ini juga mempengaruhi termoregulasi (pengaturan suhu tubuh), sehingga insulasi alaminya semakin berkurang.

Peran makanan indeks glikemiks rendah

            Akhir-akhir ini, terutama dinegara maju dan juga di perkotaan negara berkembang, masyarakatnya semakin marak mengadopsi diet barat yang tinggi kandungan karbohidrat sederhana, seperti glukosa.  Makanan tersebut bisa berupa makanan utama maupun selingan (snack).  Makanan tersebut seperti beras putih (giling sempurna), roti putih, pasta putih, minuman bersoda, manan siap makan, snack bars, dll.  Sebagian makanan tersebut seringkali juga sangat kurang kandungan zat gizi mikro dan antioksidannya, serta tinggi komponen pembentuk radikal bebasnya, sehingga hal ini akan menjadi malapetaka bagi gula darah kita.

            Jenis makanan yang tinggi kandungan gula sederhananya akan menyebabkan gula tersebut lebih cepat masuk dalam aliran darah, yang akan meningkatkan gula darah secara dramatis.  Respon tubuh terhadap hal ini adalah dengan melepaskan hormon insulin, yang mendorong sel-sel dalam tubuh untuk menyerap kelebihan gula tersebut sesegera /secepat mungkin.  Hal ini karena kadar gula darah yang tinggi tersebut akan mengancam kehidupan seseorang.  Sekarang kita tahu bahwa proses seperti ini yang berlangsung jangka panjang sangat berkaitan dengan penyakit degeneratif, seperti diabetes.  Yang paling menarik adalah peningkatan gula darah tersebut menyebabkan gangguan pada kulit.

            Lantas, apa yang terjadi?.  Yang terjadi adalah “collagen cross linking’. Disini terjadi apa yang kita sebut reaksi ‘glycation’.  Reaksi ini menyebabkan bahan menjadi kaku akibat pertautan-silang kolagen dan serat elastin.  Ini berarti keduanya bersatu, sehingga kehilangan kemampuannya untuk meregang, yang membuatnya rapuh.  Hal ini membuat kulit kehilangan elastisitasnya dan secara cepat akan menghasilkan kerutan di kulit.  Karena itu untuk mengurangi dampak ini kuncinya adalah kita harus makan dengan diet indeks glikemiks (IG) rendah.

Makanan IG rendah

            Indeks Glikemik merupakan angka yang menunjukkan potensi peningkatan glukosa darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana juga disebut sebagai tingkatan atau rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah. IG mengklasifikasikan makanan kaya karbohidrat berdasarkan respon glukosa darah mereka dibandingkan makanan standar (biasanya roti atau larutan glukosa) (Jenkins et al .  1981).  Nilai indeks glikemik bervariasi dalam bahan pangan, nilai IG tinggi diatas 85, sedang antara 60-85 dan rendah bila kurang dari 60.

            Makanan dengan IG rendah sangat baik untuk memperlambat penuaan kulit.  Makanan dengan IG rendah dapat dilihat pada Tabel 1.

                Tabel 1.  Makanan dengan Indeks Glikemik (IG)  rendah (< 60)

 

No.
Jenis Pangan
Indeks Glikemik (IG)
1.
Beras, pera
56
3.
Spagheti
42
4.
Wortel, rebus
49
5.
Jagung manis
55
6.
Susu, skim
32
7.
Yogurt, rendah lemak
33
8.
Es krim
60
9.
Buncis
48
10.
Kacang merah
27
13.
Fruktosa
23
16.
Apel
38
17.
Pisang
55
18.
Jeruk (orange)
44
19.
Jus orange
46
21.
Keripik kentang
54
23.
Jagung*)
53
25.
Susu coklat*)
43
27.
Mangga*)
51
28.
Jus apel*)
40
29.
Jus tomat
38
30.
Pear*)
38
31.
Kentang, rebus*)
50
32.
Xylitol*)
8
34.
Pasta*)
48
35.
Mie**)
53

                Sumber : Wardlaw, et. al. (2010); *)Brown JE (2011)

           

Daftar Pustaka

Brown JE.  2011.  Nutrition Now. Sixth Edition.  Belmont, CA : Wadsworth.
Krutmann J and Humbert P (Editors).  2011.  Nutrition for Healthy Skin : Strategies for Clinical and Cosmetic Practice.  London : Springer.

Pinnock D.  2012.  The Clear Skin Cookbook : How the right food can improve your skin.  London : Right Way.
Wardlaw G M and Smith AM.  2010.  Contemporary nutrition : a functional approach. First edition.  New York : McGraw-Hill.

No comments: