Laman

Saturday, October 12, 2013

Cara menghitung kebutuhan energi menurut institute of medicine

Cara menghitung kebutuhan energi menurut institute of medicine
Jika diketahui berapa jumlah energi tubuh yang telah dikeluarkan selama aktivitas sehari, maka sebenarnya jumlah tersebut merupakan kebutuhan energi seseorang, dengan asumsi aktivitas harian tersebut merupakan aktivitas normal sehari-hari untuk hidup sehat.
Kebutuhan energi seseorang sangat dipengaruhi oleh umur, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan aktivitas fisik seseorang. Faktor lain yang berpengaruh adalah keadaan fisiologi, keadaan kesehatan, suhu lingkungan, dan faktor hormonal.  Oleh karena itu persamaan untuk menghitung kebutuhan energi (pengeluaran energi total) adalah dengan memperhitungkan faktor umur, jenis kelamin, berat badab, tinggi badan dan aktivitas fisik.  Pengeluaran energi total adalah penjumlahan pengeluaran energi basal, energi aktivitas, energi untuk metabolisme makanan (the thermic effect of food) selama 24 jam.
Cara ini digunakan dalam menghitung kecukupan energi pada AKG energi Indonesia 2012.
Tabel 1-3 merupakan persamaan menduga kebutuhan energi atau pengeluaran energi total.  Sebagai contoh, kita dapat menghitung kebutuhan energi seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dengan berat badan 50 kg dan tinggi badan 165 cm, serta aktivitas tergolong aktif.  Cara menghitungnya kita gunakan Tabel 2.  Persamaan pada Tabel 2 adalah :
Laki laki 10-18 tahun dengan status gizi normal
TEE + 0,1TEE
TEE = [88,5 – (61,9xU) + PA x (26,7xBB+ 903xTB)]+ 25 kkal
Keterangan :
PA = 1,0   (sangat ringan)   PA = 1,26 (aktif)
PA = 1,13 (ringan)              PA = 1,42 (sangat aktif)



Sehingga, kebutuhan energinya atau pengeluaran energi totalnya adalah :
                TEE = [88,5 – (61,9xU) + PA x (26,7xBB+ 903xTB)]+ 25 kkal
                TEE = [88,5 – (61,9x17) + PA x (26,7x50+ 903x1,65)]+ 25 kkal
                TEE = [88,5 – (1052) + 1,26 x (1335+ 1490]+ 25 kkal
                TEE = [88,5 – (1052) + 1,26 x (2825]+ 25 kkal
                TEE = [88,5 – (1052.3) + 3560]+ 25 kkal
                TEE = 2597+ 25 kkal
                TEE = 2622 kkal
Jadi kebutuhan energi remaja tersebut adalah 2622 kkal.

Tabel 1 Model persamaan menduga kebutuhan energi anak 0-9 tahun

Model persamaan
Kebutuhan Energi (kkal)
Anak 0-2 tahun
TEE + 0,05TEE
0-3 bulan
TEE = [89 x BB (kg) – 100] + 175 kkal
4-6 bulan
TEE = [89 x BB (kg) – 100] + 56 kkal
7-12 bulan
TEE = [89 x BB (kg) – 100] + 22 kkal
13-35 bulan
TEE = [89 x BB (kg) – 100] + 20 kkal

Anak Laki laki 3-9 tahun
TEE = [88,5 – (61,9xU) + PA x (26,7xBB+903xTB)] + 20 kkal
Keterangan :
PA = 1,0   (sangat ringan)  PA = 1,26 (aktif)
PA = 1,13 (ringan)             PA = 1,42 (sangat aktif)
TEE + 0,1TEE
Anak Perempuan 3-9 tahun
TEE = [135,3 – (30,8xU) + PA x (10xBB+934xTB)] + 20 kkal
Keterangan :
PA = 1,0   (sangat ringan)    PA = 1,31 (aktif)
PA = 1,16 (ringan)               PA = 1,56 (sangat aktif)

TEE + 0,1TEE
Sumber              : IOM (2005)
Keterangan       :
U         = umur (tahun), BB = berat badan (kg), TB = tinggi badan (m)
                 TEE    = Total Energy Expenditure - total pengeluaran energi, (kkal)
PA       = koefisien aktivitas fisik

Sumber :
[IOM] Institute of Medicine. (2005). Dietary Reference Intake for Energy, Carbohydrate, Fiber, Fat, Fatty Acids, Cholesterol, Protein, and Amino Acids”. A Report of the Panel on Macronutrients, Subcommittees on Upper Reference Levels of Nutrients and Interpretation and Uses of Dietary Reference Intakes, and the Standing Committee on the Scientific Evaluation of Dietary Reference Intakes.  Washington, DC. : National Academies Press.



Tabel 2 Model Persamaan menduga kebutuhan energi remaja 10-18 tahun

Model persamaan
Kebutuhan Energi  (kkal)
Laki laki 10-18 tahun dengan status gizi normal
TEE + 0,1TEE
TEE = [88,5 – (61,9xU) + PA x (26,7xBB+ 903xTB)]+ 25 kkal
Keterangan :
PA = 1,0   (sangat ringan)   PA = 1,26 (aktif)
PA = 1,13 (ringan)              PA = 1,42 (sangat aktif)


Perempuan 10-18 tahun dengan status gizi normal
TEE + 0,1TEE
TEE = [135,3 – (30,8xU) + PA x (10xBB + 934xTB)]+ 25 kkal
Keterangan :
PA = 1,0   (sangat ringan)   PA = 1,31 (aktif)
PA = 1,16 (ringan)              PA = 1,56 (sangat aktif)


Sumber              : IOM (2005)
Keterangan       :
U         = Umur (tahun), BB = Berat badan (kg), TB = Tinggi badan (m)
                 TEE    = Total Energy Expenditure - total pengeluaran energi, (kkal)
PA       = koefisien aktivitas fisik

Tabel 3 Model persamaan menduga kebutuhan energi dewasa 19 tahun keatas

Model persamaan
Kebutuhan Energi (kkal)
Laki laki 19-55 dengan status gizi normal 
TEE + 0,1TEE
TEE = 662 – (9,53xU) + PA x (15,91xBB+ 539,6xTB)
Keterangan :
PA = 1,0   (sangat ringan)   PA = 1,25 (aktif)
PA = 1,11 (ringan)              PA = 1,48 (sangat aktif)


Perempuan 19-55  tahun dengan status gizi normal
TEE + 0,1TEE
TEE = 354 – (6,91xU) + PA x (9,36xBB+726xTB)
Keterangan :
PA = 1,0   (sangat ringan)   PA = 1,27 (aktif)
PA = 1,12 (ringan)              PA = 1,45 (sangat aktif)


Tambahan bagi perempuan  hamil (BB normal)

Trimester 1 = + 0 kkal 
Trimester 2 = + 340 kkal
Trimester 3 = + 450 kkal


Tambahan bagi perempuan  menyusui

6 bulan pertama  = 500 kkal  - 170 kkal
6  bulan kedua    = 400 kkal – 0 kkal


  Sumber        : IOM (2005)
  Keterangan                 :
  U         = Umur (tahun), BB = Berat badan (kg), TB = Tinggi badan (m)
  TEE    = Total Energy Expenditure - pengeluaran energi total, (kkal)
  PA      = koefisien aktivitas fisik



Saturday, April 27, 2013

Mengukur keaktifan fisik



Gaya hidup aktif sangat penting untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.  Karena itu setiap orang harus selalu aktif dalam kehidupan sehari-hari.  Seberapa aktif Anda? Ingin tahu, jawab pertanyaan berikut.  Setiap pertanyaan  yang dijawab ya akan mendapatkan poin.  Kemudian jumlahkan semua poin Anda untuk menentukan skor Anda.

A.     Rutinitas latihan keras
1.       Saya melakukan olahraga rekreasi secara aktif, seperti tenis atau badminton selama 1 jam atau lebih:
a.        1 kali perminggu (2 poin)
b.       2 kali per minggu (4 poin)
c.        3 kali seminggu (6 poin)
d.       4 kali seminggu (8 poin)
e.        Tidak semuanya (0 poin)
2.       Saya melakukan aktivitas latihan keras seperti aerobik, jogging, atau berenang (paling sedikit 20 menit setiap sesi):
a.        1 kali seminggu (3 poin)
b.       2 kali seminggu (6 poin)
c.        3 kali seminggu (9 poin)
d.       4 kali seminggu (12 poin)
e.        Tidak semuanya (0 poin)

B.       Rutinitas latihan lain
3.       Paling sedikit 2 kali seminggu, saya latihan beban selama sedikitnya 10 menit:
a.        2 sesi seminggu (2 poin)
b.       3 sesi seminggu (3 poin)
c.        4 sesi atau lebih seminggu (4 poin)
d.       Tidak semuanya (0 poin)
4.       Paling sedikit 2 kali seminggu, saya melakukan olahraga lantai (sit-up, push-up) selama sedikitnya 10 menit:
a.        2 sesi seminggu (2 poin)
b.       3 sesi seminggu (3 poin)
c.        4 sesi atau lebih seminggu (4 poin)
d.       Tidak semuanya (0 poin)
5.       Paling sedikit 2 kali seminggu, saya melakukan yoga atau latihan peregangan selama sedikitnya 10 menit:
a.        2 sesi seminggu (2 poin)
b.       3 sesi seminggu (3 poin)
c.        4 sesi atau lebih seminggu (4 poin)
d.       Tidak semuanya (0 poin)

C.      Aktivitas harian dan pekerjaan
6.       Saya pulang pergi ke sekolah, bekerja, dan belanja (1⁄2 mil atau lebih sekali jalan), dua atau tiga kali seminggu atau lebih. (1 poin)
7.       Saya lebih menggunakan tangga dibandingkan menggunakan elevator atau eskalator setiap hari. (1 poin)
8.       Rutinitas saya di sekolah, tempat kerja, rumah tangga melibatkan aktivitas fisik yang sesuai dengan hal berikut:
a.        Kebanyakan hari saya  dihabiskan pada meja kerja atau aktivitas fisik ringan. (0 poin)
b.       Kebanyakan hari saya dihabiskan pada aktivitas pertanian, aktivitas fisik sedang, jalan cepat, atau aktivitas setara dengan itu semua. (4 poin)
c.        Dalam aktivitas harian, saya kadang-kadang beberapa jam melakukan aktivitas fisik berat (mencangkul, menyekop, angkat besi, dll.). (2 poin per hari)

D.      Aktivitas waktu senggang
9.       Saya melakukan beberapa jam berkebun, memotong rumput, atau melakukan hobbi yang setara dengan itu setiap minggu. (1 poin)
10.    Paling sedikit sekali seminggu, saya melakukan ‘dance’ secara keras (folk atau line dancing) selama satu jam atau lebih. (1 poin)
11.    Dalam satu musim, saya bermain golf 9 - 18 paling sedikit sekali seminggu, dan saya tidak menggunakan mobil golf. (2 poin)
12.    Saya berjalan kaki untuk latihan olahraga atau rekreasi:
a.        1–2 jam seminggu (1 poin)
b.       3–4 jam seminggu (2 poin)
c.        5 jam atau lebih seminggu (3 poin)
d.       Tidak semuanya (0 poin)
13.    Disamping hal di atas, saya melakukan aktivitas fisik dalam bentuk lain:
a.        1–2 jam seminggu (1 poin)
b.       3–4 jam seminggu (2 poin)
c.        5 jam atau lebih seminggu (3 poin)

PERHITUNGAN SKOR

Catat skor poin Anda disini.
Kategori skor
A.       Rutinitas latihan keras ________
B.       Rutinitas latihan lain ________
C.       Aktivitas harian dan pekerjaan ________
D.      Aktivitas waktu senggang ________
Total: ________

Evaluasi skor total adalah sebagai berikut:
Tidak aktif (0–5 poin)
Kurang aktif (6–11 poin)
Aktif (12–20 poin)
Sangat aktif (21 poin atau lebih)

Jika skor total Anda mengkategorikan Anda tidak aktif atau kurang aktif, maka Anda harus berusaha untuk melakukan aktivitas regular untuk meningkatkan skor total Anda menjadi diatas 12, sehingga fisik Anda menjadi lebih bugar.

Sumber: Russell Pate (University of South Carolina, Human Performance Laboratory) dalam Boyle MA and Roth SL.  Personal Nutrition, Seventh Edition. 2010.  Wadsworth Cengage Learning : Belmont, CA.