Laman

Saturday, November 7, 2020

Manual survei micronutrien (micronutrient survey manual)

Saat ini masih banyak masalah defisiensi mikronutrien di Indonesia.  Masalah defisiensi mikronutrien yang masih menjadi masalah adalah anemia, defisiensi iodium, defisiensi vitamin A, defisiensi Zn, defesiensi vitamin D, defisiensi vitamin B12, defisiensi folat.  Untuk mengetahui seberapa besar masalahdan distribusinya antar wilayah diperlukan survei mikronutrien.  Agar survei dapat dilakukan dengan benar diperlukan prosedur standar atau manual survei.  Badan Kesehatan Dunia (WHO), Unicef dan Nutrition International (NI) baru-baru ini (15 Oktober 2020) menerbitkan buku manual survei micronutrien (micronutrient survey manual).



Buku ini terdiri dari 16 modul yang dimulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan dan diseminasi yang dikemas dalam 200 halaman.  Buku ini sangat penting bagi para ahli gizi dan mahasiswa gizi agar dapat memahami bagai mana cara melakukan survei mikronutrien dengan baik.

Bagi yang berminat dapat diunduh pada link dibawah ini.

 https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/1311783/retrieve

Tuesday, July 21, 2020

Keadaan Ketahanan Pangan dan Gizi Dunia 2020 (The State of Food Security and Nutrition in the World 2020)

Pada pertengahan bulan Juli ini, FAO, IFAD, UNICEF, WFP dan WHO menerbitkan The State of Food Security and Nutrition in the World 2020.  Buku ini menarik untuk dibaca.


Lima tahun setelah dunia bersepakat untuk mengakhiri kelaparan, kerawanan pangan, dan semua bentuk malnutrisi, ternyata kita masih diluar jalur untuk mencapai tujuan tersebut tahun 2030.  Data menunjukkan bahwa target SDG 2.1, yaitu menjamin akses terhadap pangan yang cukup, bergizi dan aman bagi semua orang sepanjang tahun; serta target SDG 2.2., yaitu menghapus segala bentuk malnutrisi, nampaknya belum akan mencapai target.  Hal ini diperparah oleh adanya masalah Copid-19, sehingga, sebagai contoh, masalah undernourished (kelaparan) yang diduga berjumlah 690 juta atau 8.9 persen dari penduduk global pada tahun 2019 akan naik menjadi lebih dari 840 juta penduduk mengalami kelaparan menjelang tahun 2030.  Oleh karena itu target Zero Hunger tidak akan tercapai meskipun tidak ada Copid-19.

Lebih dari itu, diduga semakin banyak penduduk yang harus mengurangi jumlah dan mutu pangan yang mereka konsumsi.  Sekitar 2 milyar penduduk, atau 25.9% dari penduduk global mengalami kelaparan atau tidak mendapatkan akses regular terhadap pangan yang cukup dan bergizi pada tahun 2019.  Tentu saja situasi ini dapat merusak jika kita tidak segera bertindak.

Kecenderungan dalam kerawanan pangan ini berkontribusi terhadap peningkatan risiko malnutrisi anak, dan juga mempengaruhi mutu diet, termasuk mutu diet wanita dan anak-anak.  Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa masalah gizi anak, tepatnya the burden of child malnutrition, masih merupakan ancaman di seluruh dunia.  Pada tahun 2019, 144 juta anak balita mengalami stunting, 47 juta wasted, dan 38.3 juta overweight, serta diduga sekitar 340 juta anak menderita kekurangan micronutrient.  Walaupun demikian ada juga kabar baiknya, yaitu antara tahun 2000 sampai 2019, prevalensi stunting secara global menurun sepertiganya.
Kalau tertarik ingin membaca lebih lanjut unduh tautan dibawah ini.

Link in brief
FAO, IFAD, UNICEF, WFP and WHO. 2020. In Brief to The State of Food Security and Nutrition in the World 2020. Transforming food systems for affordable healthy diets. Rome, FAO
In Brief to The State of Food Security and Nutrition in the World 2020

Link laporan lengkap
http://www.fao.org/3/ca9692en/CA9692EN.pdf

Thursday, July 2, 2020

Diet Sehat dan Masalah Gizi Dunia


Kali ini saya ingin memberikan bahan bacaan yang sangat baik untuk memahami bagaimana keadaan gizi dunia dan masalah ketahanan pangan di berbagai belahan bumi kita.  Masalah gizi dunia meskipun trendnya menurun tapi penurunannya relatif kecil, mungkin di beberapa negara tidak dapat mencapai target penurunan yang diinginkan.  Saat ini 820 juta orang di dunia mengalami kelaparan, dibeberapa negara di Afrika trendnya bahkan meningkat.  Sementara itu, banyak penduduk mengalami keberlimpahan pangan sehingga banyak pula makanan/pangan yang terbuang dengan percuma.  Tentu saja hal ini harus diberi perhatian khusus agar semua orang di semua negara dapat ikut berperan serta mengatasi masalah ini.




Pada tahun 2050 diduga penduduk dunia akan mencapai 10 milyar, artinya bumi akan mengalami tekanan yang luar biasa, dan juga berdampak pada penyediaan pangan dunia .  Saat ini kita menghadapi berbagai masalah gizi, mulai dari kekurangan gizi yang masih menghantui dunia, sampai kelebihan gizi berupa overweight dan obes.  Masalah kelebihan gizi ini memberikan andil besar dalam meningkatkan masalah penyakit kronis degeneratif dunia, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan kanker, yang saat ini trendnya terus meningkat.  Masalah ini tentu saja menjadi perhatian para ahli pangan dan gizi dunia, salah satu solusinya untuk mengatasi masalah tersebut adalah diet sehat.  Pada tahun lalu telah disepakati solusi ‘diet sehat planet’ yang diluncurkan oleh the EAT–Lancet Commission.  Dengan diet sehat planet ini diharapkan dapat mengatasi masalah gizi, penyakit degenerative, dan mengurangi telakan terhadap bumi.
              Agar lebih dapat memahami permasalahan tersebut, berikut ini saya berikan link tiga buku tentang Sustainable Healthy Diets Guiding Principles, The State of Food Security and Nutrition in The World 2019, dan 2020 Global Nutrition Report. Silakan diunduh link di bawah ini.

Sustainable Healthy Diets Guiding Principles


2020 Global Nutrition Report


Friday, June 12, 2020

Codex nutrient reference values - Angka Kecukupan Gizi untuk Pelabelan Gizi -Vitamin, Mineral dan Protein

Pada tahun 2019 Codex FAO/WHO meluncurkan buku tentang "Codex nutrient reference values" atau angka kecukupan gizi untuk pelabelan gizi (AKG Pelabelan Gizi) yang terdiri dari protein, 13 vitamin dan 6 mineral.  AKG pelabelan gizi merupakan satu set nilai-nilai yang digunakan dalam pelabelan gizi yang diturunkan dari rekomendasi pihak yang berwenang (kalau di Indonesia Pemerintah) berdasarkan data ilmiah  untuk asupan harian zat gizi yang digunakan untuk pelabelan gizi dan klaim produk pangan. Pelabelan gizi memberikan informasi label tentang kandungan zat gizi produk pangan untuk memberikan informasi bagi konsumen tentang kualitas gizi dari pangan yang mereka beli.


Buku ini sangan bermanfaat bagi akademisi, mahasiswa, dan praktisi di bidang industri pangan (pemerintah dan swasta).  Buku ini hanya setebal 96 halaman.  Saya merekomendakan buku ini untu dibaca dan dijadikan referensi.  Kalau Anda tertarik silakan diunduh pada tautan dibawah ini.

http://www.fao.org/3/ca6969en/CA6969EN.pdf


 

Codex Alimentarius Commission - Procedural Manual twenty-seventh edition

Codex Alimentarius Commision dari FAO/WHO mengeluarkan manual prosedur edisi ke-27.  Manual prosedur ini sangat berguna untuk akademisi, mahasiswa dan praktisi di bidang pangan.  Manual ini tentu saja salah satunya dimaksudkan untuk melindungi keamanan konsumen dan terciptanya praktek perdagangan pangan yang baik dan jujur.



Kalau Anda tertarik dengan prosedur apa saja yang ada dalam buku setebal 250-an halaman ini, sebaiknya Anda membaca langsung pada buku tersebut pada tautan dibawah ini.

http://www.fao.org/fao-who-codexalimentarius/sh-proxy/en/?lnk=1&url=https://workspace.fao.org/sites/codex/Shared%20Documents/Publications/Procedural%20Manual/Manual_27/PM27_2019e.pdf

Tuesday, June 2, 2020

Obesity : Health and Economic Consequences of an Impending Global Challenge


Obesitas di seluruh dunia terus meningkat, dan ini akan menjadi bom waktu dengan potensi dampak negatif terkhadap kesehatan dan ekonomi.  Pada tahun 2016 diduga lebih dari 44 persen orang dewasa (lebih dari 2 milyar orang) di dunia mengalami overweight/obes, dan lebih dari 70persen dari jumlah tersebut tinggal di negara-negara berpendapatan rendah atau menengah.  Hal ini tentu saja berlawanan dengan mitos bahwa obesitas hanyalah masalah di negara maju atau berpendapatan tinggi.  Pada tahun 2020 menurut the 2020 Global Nutrition Report, satu dari tiga orang dewasa mengalami overweight/obes, dan selama lebih dari dua decade yang lampau kecenderungannya terus meningkat.  Masalah ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri.  Bank Dunia tahun 2020 menerbitkan buku tentang “Obesity : Health and Economic Consequences of an Impending Global Challenge”.  Tentu saja banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini untuk menghadapi tantangan obesitas terhadap Kesehatan dan ekonomi.  Karena itu buku ini sangat berguna bagi akademisi, mahasiswa, dan praktisi di pemerintahan.  Kalau Anda berminat membaca silahkan dilihat di tautan berikut.



Food Safety Handbook - A Practical Guide for Building a Robust Food Safety Management System

Bank Dunia baru-baru ini menerbitkan buku tentang keamanan pangan, yang berjudul
"Food Safety Handbook - A Practical Guide for Building a Robust Food Safety Management System".  Buku dengan tebal 400-an halaman ini sangat bermanfaat bagi dosen, mahasiswa dan praktisi bisnis pangan, yang tentu saja bergelut dengan keamanan pangan.  Buku ini menawarkan sistem keamanan pangan yang lebih efisien.



kalau Anda berminat dapat mendownload pada link dibawah ini.



Monday, March 25, 2019

Selayang Pandang Gizi : Protein


Hadi Riyadi

Protein merupakan bahan pembangun utama tubuh kita. Protein memberi semua komponen struktural dan fungsional dari tubuh kita, seperti kulit, tulang, otot, darah, dan semua organ tubuh. Protein terdiri dari satu atau lebih rantai panjang  asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. Protein memberikan asam-asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh kita.  Dari sekitar 20 asam amino, ada 9 jenis asam amino yang tergolong esensial bagi tubuh kita, yaitu histidine, isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, threonine, tryptophan, dan valine.  Artinya tubuh kita harus mendapatkan asam amino esensial tersebut setiap hari karena tubuh tidak dapat membentuk asam amino tersebut.  Asam-asam amino dibutuhkan untuk membangun jaringan baru selama pertumbuhan, digunakan untuk mempertahankan keberadaan struktur protein, dan untuk membentuk molekul-molekul seperti hormon, enzim, antibodi, protein pentransport, protein penggumpal darah,  dan neurotransmitter.  Protein juga dapat digunakan sebagai sumber protein apabila karbohidrat dan lemak yang kita konsumsi kurang dari kebutuhan.  Sebagai sumber energi, protein memiliki densitis energi yang sama dengan karbohidrat, yaitu 4 kkal per gram.



Protein terdapat dalam semua tanaman, baik hewani maupun nabati.  Proporsi asam amino bervariasi dari satu pangan ke pangan lainnya.  Pangan asal hewani, seperti daging, ikan, telur, produk susu, merupakan protein bermutu baik atau lengkap, artinya pola asam amino esensialnya sama dengan kebutuhan protein manusia.  Kecuali gelatin yang terbatas dalam asam amino tryptophan.  Pangan asal nabati, dengan kekecualian kedelai, merupakan sumber protein bermutu rendah atau tidak lengkap.  Biasanya pangan asal nabati ini memiliki asam amino lysine, methionine, dan tryptophan yang rendah, hal in karena asam-asam amino ini merupakan asam amino pembatas utamanya. Kalau kita bisa meramu pangan nabati ini dengan tepat dan baik, maka asam aminonya akan saling melengkapi sehingga mutunya tidak kalah dengan protein hewani dan dapat memenuhi kebutuhan protein manusia.  Sebagai contoh, kacang-kacangan tinggi asam amino lysine dan rendah methionine, sedangkan biji-bijian (seperti beras) tinggi asam amino tersebut.  Sehingga kalau kacang-kacangan dan nasi dimakan selama sehari maka pola asam amino gabungannya akan saling melengkapi satu sama lain, dan memberikan protein yang bermutu lebih tinggi daripada dimakan sendiri-sendiri. Jadi kuncinya agar tubuh kita mendapatkan protein yang bermutu dengan jumlah yang cukup, maka kuncinya adalah dengan makan beranekaragam pangan tersebut.  Dengan demikian dipastikan kita akan menyerap dalam jumlah yang seimbang dari kesembilan asam amino esensial dan asam amino non-esensial.  Untuk mendapatkan keseimbangan asam amino tersebut kita tidak harus mengonsumsi pangan hewani, diet berbasis pangan nabati juga dapat memberikan pola pertumbuhan anak normal pada masyarakat penganut vegan di negara maju.

Kebutuhan protein orang dewasa sekitar 0.8 gram per kg berat badan, pada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan kebutuhannya lebih tinggi, lebih dari 1 gram per kg berat badan.  Kebutuhan protein akan meningkat ketika pemlihan dari sakit atau setelah olahraga yang sangat keras. Kalau kita makan protein yang terlalu tinggi akan mengakibatkan beban kerja ginjal meningkat, yang bukan tidak mungkin lama-kelamaan akan mengganggu fungsi ginjal.  Pada orang yang menderita penyakit ginjal biasanya asupan proteinnya dibatasi.  Para olahragawan, seperti binaragawan biasanya menggunakan suplemen protein atau asam amino untuk membentuk otot tubuhnya.