Pada tahun 2019 Codex FAO/WHO meluncurkan buku tentang "Codex nutrient reference values" atau angka kecukupan gizi untuk pelabelan gizi (AKG Pelabelan Gizi) yang terdiri dari protein, 13 vitamin dan 6 mineral. AKG pelabelan gizi merupakan satu set nilai-nilai yang digunakan dalam pelabelan gizi yang diturunkan dari rekomendasi pihak yang berwenang (kalau di Indonesia Pemerintah) berdasarkan data ilmiah untuk asupan harian zat gizi yang digunakan untuk pelabelan gizi dan klaim produk pangan. Pelabelan gizi memberikan informasi label tentang kandungan zat
gizi produk pangan untuk memberikan informasi bagi konsumen tentang kualitas
gizi dari pangan yang mereka beli.
Buku ini sangan bermanfaat bagi akademisi, mahasiswa, dan praktisi di bidang industri pangan (pemerintah dan swasta). Buku ini hanya setebal 96 halaman. Saya merekomendakan buku ini untu dibaca dan dijadikan referensi. Kalau Anda tertarik silakan diunduh pada tautan dibawah ini.
http://www.fao.org/3/ca6969en/CA6969EN.pdf
Friday, June 12, 2020
Codex Alimentarius Commission - Procedural Manual twenty-seventh edition
Codex Alimentarius Commision dari FAO/WHO mengeluarkan manual prosedur edisi ke-27. Manual prosedur ini sangat berguna untuk akademisi, mahasiswa dan praktisi di bidang pangan. Manual ini tentu saja salah satunya dimaksudkan untuk melindungi keamanan konsumen dan terciptanya praktek perdagangan pangan yang baik dan jujur.
Kalau Anda tertarik dengan prosedur apa saja yang ada dalam buku setebal 250-an halaman ini, sebaiknya Anda membaca langsung pada buku tersebut pada tautan dibawah ini.
http://www.fao.org/fao-who-codexalimentarius/sh-proxy/en/?lnk=1&url=https://workspace.fao.org/sites/codex/Shared%20Documents/Publications/Procedural%20Manual/Manual_27/PM27_2019e.pdf
Kalau Anda tertarik dengan prosedur apa saja yang ada dalam buku setebal 250-an halaman ini, sebaiknya Anda membaca langsung pada buku tersebut pada tautan dibawah ini.
http://www.fao.org/fao-who-codexalimentarius/sh-proxy/en/?lnk=1&url=https://workspace.fao.org/sites/codex/Shared%20Documents/Publications/Procedural%20Manual/Manual_27/PM27_2019e.pdf
Tuesday, June 2, 2020
Obesity : Health and Economic Consequences of an Impending Global Challenge
Obesitas di seluruh dunia
terus meningkat, dan ini akan menjadi bom waktu dengan potensi dampak negatif terkhadap
kesehatan dan ekonomi. Pada tahun 2016
diduga lebih dari 44 persen orang dewasa (lebih dari 2 milyar orang) di dunia
mengalami overweight/obes, dan lebih dari 70persen dari jumlah tersebut tinggal
di negara-negara berpendapatan rendah atau menengah. Hal ini tentu saja berlawanan dengan mitos
bahwa obesitas hanyalah masalah di negara maju atau berpendapatan tinggi. Pada tahun 2020 menurut the 2020 Global
Nutrition Report, satu dari tiga orang dewasa mengalami overweight/obes, dan
selama lebih dari dua decade yang lampau kecenderungannya terus meningkat. Masalah ini tentu saja menjadi tantangan
tersendiri. Bank Dunia tahun 2020
menerbitkan buku tentang “Obesity : Health and Economic Consequences of an
Impending Global Challenge”. Tentu saja
banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini untuk menghadapi tantangan
obesitas terhadap Kesehatan dan ekonomi.
Karena itu buku ini sangat berguna bagi akademisi, mahasiswa, dan praktisi
di pemerintahan. Kalau Anda berminat
membaca silahkan dilihat di tautan berikut.
Food Safety Handbook - A Practical Guide for Building a Robust Food Safety Management System
Bank Dunia baru-baru ini menerbitkan buku tentang keamanan pangan, yang berjudul
"Food Safety Handbook - A Practical Guide for Building a
Robust Food Safety Management System". Buku dengan tebal 400-an halaman ini sangat bermanfaat bagi dosen, mahasiswa dan praktisi bisnis pangan, yang tentu saja bergelut dengan keamanan pangan. Buku ini menawarkan sistem keamanan pangan yang lebih efisien.
kalau Anda berminat dapat mendownload pada link dibawah ini.
Monday, March 25, 2019
Selayang Pandang Gizi : Protein
Hadi Riyadi
Protein merupakan bahan pembangun utama tubuh kita. Protein
memberi semua komponen struktural dan fungsional dari tubuh kita, seperti
kulit, tulang, otot, darah, dan semua organ tubuh. Protein terdiri dari satu atau
lebih rantai panjang asam amino yang
dihubungkan oleh ikatan peptida. Protein memberikan asam-asam amino yang
dibutuhkan oleh tubuh kita. Dari sekitar
20 asam amino, ada 9 jenis asam amino yang tergolong esensial bagi tubuh kita,
yaitu histidine, isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine,
threonine, tryptophan, dan valine.
Artinya tubuh kita harus mendapatkan asam amino esensial tersebut setiap
hari karena tubuh tidak dapat membentuk asam amino tersebut. Asam-asam amino dibutuhkan untuk membangun
jaringan baru selama pertumbuhan, digunakan untuk mempertahankan keberadaan
struktur protein, dan untuk membentuk molekul-molekul seperti hormon, enzim,
antibodi, protein pentransport, protein penggumpal darah, dan neurotransmitter. Protein juga dapat digunakan sebagai sumber
protein apabila karbohidrat dan lemak yang kita konsumsi kurang dari
kebutuhan. Sebagai sumber energi,
protein memiliki densitis energi yang sama dengan karbohidrat, yaitu 4 kkal per
gram.
Protein terdapat dalam semua tanaman, baik hewani maupun
nabati. Proporsi asam amino bervariasi
dari satu pangan ke pangan lainnya.
Pangan asal hewani, seperti daging, ikan, telur, produk susu, merupakan
protein bermutu baik atau lengkap, artinya pola asam amino esensialnya sama dengan
kebutuhan protein manusia. Kecuali
gelatin yang terbatas dalam asam amino tryptophan. Pangan asal nabati, dengan kekecualian
kedelai, merupakan sumber protein bermutu rendah atau tidak lengkap. Biasanya pangan asal nabati ini memiliki asam
amino lysine, methionine, dan tryptophan yang rendah, hal in karena asam-asam
amino ini merupakan asam amino pembatas utamanya. Kalau kita bisa meramu pangan
nabati ini dengan tepat dan baik, maka asam aminonya akan saling melengkapi
sehingga mutunya tidak kalah dengan protein hewani dan dapat memenuhi kebutuhan
protein manusia. Sebagai contoh,
kacang-kacangan tinggi asam amino lysine dan rendah methionine, sedangkan
biji-bijian (seperti beras) tinggi asam amino tersebut. Sehingga kalau kacang-kacangan dan nasi dimakan
selama sehari maka pola asam amino gabungannya akan saling melengkapi satu sama
lain, dan memberikan protein yang bermutu lebih tinggi daripada dimakan
sendiri-sendiri. Jadi kuncinya agar tubuh kita mendapatkan protein yang bermutu
dengan jumlah yang cukup, maka kuncinya adalah dengan makan beranekaragam
pangan tersebut. Dengan demikian
dipastikan kita akan menyerap dalam jumlah yang seimbang dari kesembilan asam
amino esensial dan asam amino non-esensial.
Untuk mendapatkan keseimbangan asam amino tersebut kita tidak harus
mengonsumsi pangan hewani, diet berbasis pangan nabati juga dapat memberikan
pola pertumbuhan anak normal pada masyarakat penganut vegan di negara maju.
Kebutuhan protein orang dewasa sekitar 0.8 gram per kg berat
badan, pada anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan kebutuhannya lebih
tinggi, lebih dari 1 gram per kg berat badan.
Kebutuhan protein akan meningkat ketika pemlihan dari sakit atau setelah
olahraga yang sangat keras. Kalau kita makan protein yang terlalu tinggi akan mengakibatkan
beban kerja ginjal meningkat, yang bukan tidak mungkin lama-kelamaan akan
mengganggu fungsi ginjal. Pada orang
yang menderita penyakit ginjal biasanya asupan proteinnya dibatasi. Para olahragawan, seperti binaragawan
biasanya menggunakan suplemen protein atau asam amino untuk membentuk otot
tubuhnya.
Thursday, March 7, 2019
Selayang Pandang Gizi : Karbohidrat
Hadi Riyadi
Karbohidrat merupakan salah satu komponen utama makanan
(diet) kita sehari-hari, dalam bahasa gizi disebut zat gizi makro
(macronutrients). Karbohidrat memberikan
substrat utama untuk metabolisme energi di dalam otak, medula ginjal, dan sel
darah merah. Seperti kita tahu bahwa
otak mengandalkan sumber energinya dari karbohidrat, dalam hal ini glukosa. Karbohidrat
juga berperan penting untuk fungsi otot pada latihan (exercise) dengan
intensitas tinggi.
Karbohidrat yang terdapat dalam makanan terdiri dari
beberapa jenis, mulai dari gula sederhana (seperti glukosa, fruktosa dan
galaktosa), disakarida (sukrosa, maltosa, dan laktosa), sampai karbohidrat
kompleks (polimer glukosa yang biasa ditemukan dalam pati). Semuanya merupakan karbohidrat yang dapat
dicerna didalam usus menjadi gula sederhana.
Molekul gula sederhana ini yang kemudian diserap kedalam tubuh.
Pada orang sehat direkomendasikan makanannya sebaiknya
mengandung karbohidrat antara 45 sampai 60 persen dari energi total makanannya.
Kebutuhan energi total makanan ini
bervariasi dan tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitas
fisik seseorang. Meskipun dalam makanan
sehari-hari dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat yang tinggi (45-60% dari energi
total), jenis karbohidrat yang dikonsumsi harus diperhatian khusus, terutama
jenis karbohidrat sederhana terutama glukosa harus dibatasi konsumsinya, karena
gula sederhana ini sangat cepat diserap oleh tubuh dan akan cepat meningkatkan
gula darah. Oleh karena itu konsumsi gula sederhana yang tinggi dalam makanan
sehari-hari akan meningkatkan risiko terhadap penyakit, seperti keropos gigi,
peningkatan berat badan (overweight dan obesitas), dan diabetes. Diet yang sehat harus mengandung jenis
karbohidrat komplek yang tinggi, seperti serealia utuh dan sayuran yang
mengandung serat tinggi. Jadi fakta ilmiah menunjukkan bahwa karbohidrat tidak
bersifat toksik dan kita tidak perlu mengkonsumsi diet rendah karbohidrat.
Seringkali kita mendengar informasi bahwa karbohidrat tidak
baik untuk kesehatan dan diet rendah-karbohidrat lebih sehat daripada diet
tinggi-karbohidrat. Pendapat seperti ini muncul dai studikohort prospektif
jangka-panjang yang mengabaikan jenis karbohidrat yang dikonsumsi. Yang benar adalah diet tinggi gula tidak
disarankan, tetapi diet tinggi serat, biji-bijian utuh, dan pangan dengan
indeks glikemik rendah lebih baik untuk kesehatan kita. Kita dianjurkan
membatasi konsumsi gula, terutama dari gula yang ditambahkan dalam makanan. Batasi konsumsi gula tidak lebih dari 10%
dari asupan energi total.
Dengan demikian karbohidrat sangat esensial untuk kesehatan
kita, tetapi hal ini bukan berarti bahwa pangan tinggi-gula merupakan makanan
yang sehat untuk kita.
Sunday, January 14, 2018
Klasifikasi baru (2017) hipertensi jaman now
Pada pertengahan bulan November 2017 yang lalu diluncurkan
pedoman baru hipertensi yang berjudul “2017 ACC/AHA/AAPA/ABC/ACPM/AGS/AphA/ASH/ASPC/NMA/PCNA
guideline for the prevention, detection, evaluation, and management of high
blood pressure in adults”. Pedoman baru
ini dikembangkan oleh “the American Heart Association, American College of
Cardiology” dan 9 organisasi profesi lainnya. Pedoman ini ditulis oleh suatu panel yang
terdiri dari 21 ilmuwan dan ahli kesehatan yang sudah mereview secara
sistematik menurut kaidah baku sekitar 1000 penelitian yang dipublikasi. Pedoman baru ini merupakan perubahan definisi
pertama setelah pedoman lama digunakan selama 14 tahun semenjak 2003.
Tekanan darah tinggi merupakan penyebab kedua kematian
karena penyakit jantung dan stroke.
Hipertensi dikatakan sebagai “silent killer” karena seringkali tanpa ada
gejala, meskipun peranannya secara nyata meningkatkan resiko penyakit jantung
dan stroke.
Pada pedoman baru ini, tekanan darah tinggi (atau
hipertensi) didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik sama atau lebih dari 130 mmHg atau tekanan darah diastolik sama atau
lebih dari 80 mmHg. Definisi ini berubah
dari definisi jaman old yaitu sama atau lebih tinggi dari 140/90. Pada pedoman baru ini kategori prehipertensi
sudah ditiadakan.
Dengan menurunkan definisi tekanan darah tinggi, pedoman ini
merekomendasikan intervensi yang lebih dini untuk mencegah peningkatan tekanan
darah yang lebih jauh dan komplikasi hipertensi.
Pedoman ini menekankan bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi)
atau tekanan darah 130/80 harus diobati
sedini mungkin mulai keadaan normal dengan perubahan gaya hidup dan pada
beberapa pasien dengan pengobatan medis.
Dengan demikian, intervensi gaya hidup non-farmakologi harus menjadi
pendekatan pengobatan utama, yang dimulai dengan implementasi pola makan sehat
dan latihan olahraga teratur.
Perubahan gaya hidup yang direkomendasikan adalah :
- Pola makan sehat : pilih sayur, buah padat zat gizi, biji-bijan utuh,produk susu rendah lemak (pendekatan Diet DASH), yang mengarah pada peningkatan asupan kalium dan penurunan asupan natrium (garam).
- Lakukan aktivitas fisik secara teratur : aerobik 90-150 minutes/minggu dan/atau latihan resistance, dan/atau latihan resistance isometrik 3 sesi per minggu.
- Kurangi atau hindari minuman beralkohol.
- Lakukan managemen stress.
- Cukup tidur.
- Berhenti merokok bagi perokok.
Pedoman hipertensi baru ini juga menekankan pentingnya menggunakan teknik
mengukur tekanan darah yang tepat. Level
tekanan darah harus didasarkan pada rata-rata pengukuran 2 – 3 kali paling
sedikit pada dua kejadian yang berbeda.
Kategori tekanan darah pada pedoman hipertensi 2017 adalah :
- Normal : sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg.
- Tinggi: sistolik 120-129 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg.
- Hipertensi tahap I: sistolik 130-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg.
- Hipertensi tahap II: sistolik ≥140 mmHg atau diastolik ≥90 mmHg.
- Krisis hipertensif : sistolik lebih dari180 mmHg dan/atau diastolik lebih dari120 mmHg (pasien membutuhkan perubahan pengobatan yang tepat jika tidak ada indikasi masalah, atau segera dirawat inap dirumah sakit jika ada tanda-tanda kerusakan organ).
http://hyper.ahajournals.org/content/hypertensionaha/early/2017/11/10/HYP.0000000000000065.full.pdf?download=true
Pustaka
Friday, December 1, 2017
Recommended Nutrient Intakes for Malaysia 2017
Malaysia telah
merevisi Angka Kecukupan Gizi-nya yang disebut dengan Recommended Nutrient Intakes for Malaysia
pada tahun 2017. RNI 2017 merekomendasikan 13 zat gizi baru, sehingga total zat
gizinya menjadi 30 jenis, jauh lebih banyak dari RNI 2005 (hanya 17 zat gizi).
Buku setebal 500-an halaman ini saya kira sangat bagus untuk dibaca sebagai
perbandingan dengan AKG Indonesia.
Bagi yang
berminat bisa unduh di link ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)






