Laman

Monday, March 4, 2013

Olahraga memacu Neurogenesis



Sistem saraf dibangun oleh sel-sel saraf.  Sebagian besar fungsi pengaturan tubuh kita dilakukan oleh sistem syaraf bersama-sama dengan sistem endokrin.  Dalam sistem syaraf ada sel syaraf yang juga dikenal dengan neuron.Sel neuron saling berhubungan satu dengan lainnya membentuk sinaps. Melalui sistem inilah informasi/sinyal dapat dikirimkan.  Untuk mendukung kinerja menyampaikan sinyal ke sel lainnya, sel neuron membentuk sebuah juluran-juluran sitoplasma yang disebut dendrit. Dendrit inilah yang menjadi perantara bagi pergerakan sinyal dari organ reseptor ke pusat pengolahan saraf. Jika simpul ini hilang atau rusak, seseorang akan mengalami kepikunan (jika terjadi di otak), atau mati rasa (jika terjadi di bagian organ lain).  Karena itu pembentukan neuron sangat penting agar fungsi pengaturan tubuh dapat berjalan normal.      Ada sekitar 100 miliar neuron di otak.  Setiap neuron dapat terhubung dengan sekitar 1000 lainnya.  Pembentukan neuron atau neurogenesis secara normal terjadi pada masa kanak-kanak.  Tetapi apakah pada masa dewasa masih terjadi neurogenesis?.  Neurogenesis pada orang dewasa pada awalnya dianggap tidak mungkin terjadi, tetapi kini penelitian membuktikan neurogenesis memungkinkan terjadi pada orang dewasa, tulis Sigelman dan Rider(2012) dalam bukunya Life-Span Human Development, Seventh Edition.  Dijelaskan dalam buku ini, seorang Terry Wall yang mengalami cedera akibat kecelakaan pada usia 19 tahun dan mengalami kesadaran minimal (koma) selama sekitar 20 tahun.  Dokter mengatakan penyembuhannya tidak mungkin terjadi, tetapi suatu hari dia bangun dan mulai bicara.  Walaupun dia masih mengalami kecacatan akbibat kecelakaan, dia dapat memfungsikan kembali beberapa fungsi tubuh dan dapat berkomunikasi.  Dokter mengatakan keajaiban tersebut terjadi karena pembentukan neuron baru dan hubungannya (sinaps) di otak.  Kisah ini menunjukkan bahwa neurogenesis dapat terjadi pada orang dewasa.
                Fred Gage dan rekannya mempelajari efek olahraga terhadap aktivitas otak pada orang dewasa.  Orang dewasa diberi tugas pembelajaran (learning) sebelum dan setelah menyelesaikan program latihan olahraga selama 3 bulan.  Ternyata pembelajaran lebih baik setelah mengikuti latihan olahraga.  Peneliti tentu saja tidak dapat mempelajari jaringan otak setelah responden berolahraga seperti halnya yang lazim dilakukan pada tikus.  Mereka mengamati volume darah di otak, dan menemukan bahwa volume darah hampir dua kali lipat didalam hippocampus (bagian dari otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori) setelah berolahraga (lihat gambar 1).  Peningkatan volume darah ini rupanya berhubungan dengan produksi neuron-neuron baru.  Keadaan ini menunjukkan bahwa otak mengalami neurogenesis di sepanjang kehidupan manusia.  Dan perubahan ini merupakan respon terhadap latihan fisik dan mental.  Latihan tersebut dapat meregenerasi beberapa fungsi setelah mengalami cedera, yang merupakan peluang untuk memberi terapi pada pasien yang mengalami penyakit degeneratif, seperti Parkinson dan Alzheimer.
                Karena itu agar kita selalu bugar dan sel-sel otak kita selalu berkembang maka olahraga teratur menjadi pilihan yang tak terelakkan.


Gambar 1.  Dengan menggunakan teknologi magnetic resonance imaging (MRI) yang memetakan volume darah cerebral, peneliti menemukan peningkatan volume darah di daerah hippocampus setelah olahraga (gambar sebelah kanan yang berwarna hijau-kuning). Hal ini menunjukkan otak mampu melakukan neurogenesis.

Bahan Bacaan :
Sigelman CK and Rider EA. 2012.  Life-Span Human Development.  Seventh Edition.  Belmont : Wadsworth Cengage Learning.

1 comment:

wapul said...

terima kasih pa, luar biasa tulisannya