Laman

Wednesday, March 20, 2013

Antioksidan polifenol mencegah osteoporosis



Hadi Riyadi
            Osteoporosis merupakan penyakit yang dicirikan oleh kehilangan tulang dan kerusakan struktur jaringan tulang, yang menyebabkan kerapuhan tulang, terutama pada tulang pinggul, pergelangan tangan.  Apa saja faktor penyebab pengeroposan tulang?. Pengeroposan/pengeroposan tulang ini berhubungan dengan berbagai faktor, seperti umur, menopaus pada wanita, merokok, kelebihan minum alkohol, kekurangan kalsium dan vitamin D, massa otot dan berat badan rendah, penggunaan obat-obatan corticosteroid dan anticonvulsi, serta adanya penyakit artritis.  Di seluruh dunia keretakan tulang akibat osteoporosis diduga sekitar 1 dari 3 wanita dan sekitar 1 dari 5 pria berusia diatas 50 tahun.  Tanpa terkecuali di Indonesia juga banyak masalah pengeroposan tulang.
            Bagaimana mekanisme terjadinya osteoporosis?. Mekanisme yang menyebabkan osteoporosis memang belum sepenuhnya dimengerti, tetapi ada petunjuk bahwa osteoporosis berkaitan dengan stress oksidatif oleh spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species; ROS).  Stress oksidatif merupakan keadaan yang terjadi akibat ketidakseimbangan pro-oksidan dan antioksidan, dimana pro-oksidan jauh melebihi kemampuan antioksidannya sehingga terjadi kadar spesies oksigen reaktif yang sangat tinggi.  ROS merupakan keluarga molekul yang mengandung oksigen yang sangat reaktif dan radikal-radikal bebas, termasuk hidroksil (OH.-) dan radikaliradikal superoksida (O2.-), hidrogen peroksida (H2O2), singlet oxygen, dan peroksida lipid.  ROS dan radikal bebas ini bisa terjadi karena metabolisme di tubuh dan/atau paparan dari lingkungan yang terpolusi.
            Beberapa penelitian menunjukkan adanya dampak stress oksidatif terhadap differensiasi osteoclast  dan terhadap fungsinya yang menyebabkan peningkatan pengeroposan tulang (Rao, 2012). Penelitian lain juga menunjukkan efek ROS yang merusak aktivitas osteoblast (sel pembentuk tulang) (Rao, 2012). Disamping itu penelitian klinis dengan menggunakan model hewan juga menunjukkan stress oksidatif terlibat dalam patogenesis osteoporosis (Rao, 2012).  Kemudian dibuktikan pula bahwa antioksidan polifenol mampu mencegah osteoporosis pascamenopause.
Peran antioksidan pada osteoporosis
            Antioksidan secara luas sudah dikenal mampu mengurangi dampak buruk stress oksidatif terhadap sel-sel.  Penelitian epidemiologi menunjukkan hubungan antara asupan antioksidan makanan dengan kesehatan tulang.  Sayur dan buah merupakan sumber penting antioksidan fitokimia yang berperan penting dalam metabolisme tulang.  Konsumsi sayur dan buah yang lebih tinggi berkaitan dengan menurunnya resiko osteoporosis.  Bagaimana peran antioksidan terhadap osteoporosis dapat dijelaskan pada ambar berikut.


Gambar .  Peranan stress oksidatif pada osteoporosis dan bagaimana /dimana peran  antioksidan mengurangi ROS (Rao, 2012)

Klasifikasi dan Sumber Polifenol
            Polifenol merupakan fitokimia antioksidan yang pada umumnya terdapat dalam sayuran dan buah-buahan.  Polifenol dapat diklasifikasi lagi menjadi flavonoid dan non-flavonoid.  Yang tergolong polifenol non-flavonoid adalah stilbene dan asam ellagic.  Klasifikasi dan sumber-sumber polifenol dapat dilihat pada Tabel berikut.
            Agar kita terhindar dari osteoporosis sebaiknya kita selalu mengkonsumsi anekaragam sayur atau buah tersebut setiap hari.  Dengan mengkonsumsi sayur/buah segar tentu kita akan mendapatkan manfaat lain, seperti anekaragam zat gizi dan serat makanan, serta fitokimia lainnya yang sangat penting untuk mencegah/mengatasi penyakit degeneratif lainnya.
            Tabel  Polifenol dan sumbernya
Kategori
Subklas
Flavonoid umum
Sumber
Asam fenolat
Asam hidroksicinnamat
Asam kafeat
Kacang polong

Asam hidroksibenzoat
Asam gallat
Daun teh











Flavonoid
Anthocyanidin
Cyanidin
Kol ungu, bit, ekstrak biji anggur, anggur merah (red wine)

Flavanol
Catechin
Teh hijau, hitam dan putih
Theaflavin
Teh hitam
Proanthocyanidin
Kulit apel

Flavanone
Hesperidin
Buah jeruk
Narigenin
Buah jeruk
Silybin
Susu



Flavonol
Quercetin
Bawang merah, teh, anggur (wine), pel, cranberri, buncis
Apigenin
Seledri, peterselli
Tangeritin
Jeruk kepruk, kulit jeruk
Luteolin
Seledri, cabe hijau
Isoflavone
Genistein
Kedelai, tunas alfalfa, kacang tanah, kacang buncis, daun semanggi, kacang-kacangan
Stilbene

Resveratrol
Anggur merah (wine)
Lignan

Secoisolaiciresinol
Biji rami
           
            Sumber : Rao (2012)

Pustaka
Rao V (ed).  2012. Phytochemicals – A Global Perspective of Their Role in Nutrition and Health. Croatia : InTech.
Rao V (ed).  2012.  Phytochemicals as Nutraceuticals – Global Approaches to Their Role in Nutrition and Health.  Croatia : InTech.

No comments: