Laman

Friday, December 28, 2012


Mangga (Mangifera indica) si Buah Super (Superfruits) Antikanker
Oleh:
Hadi Riyadi

                Sekarang sedang musim buah mangga.  Sepanjang perjalanan mata kita selalu melihat buah mangga yang dijual di pinggir jalan.  Apalagi kalau belanja di mall, buah mangga sangat bervariasi, ada mangga lokal dan ada mangga impor.  Buah mangga sangat banyak dibudidaya penduduk dunia dan sangat populer.  Sekitar setengah dari buah tropis yang diproduksi di dunia adalah mangga.  PBB memperkirakan produksinya sekitar 33 juta ton pertahun.  Mangga merupakan salah satu yang paling banyak dikonsumsi di dunia diantara 20 superfruits top. Buah mangga sangat bervariasi, diperkirakan ada 50 kultivar, semuanya memiliki variasi rasa, warna, dan ukuran.  Warnanya sangat bervariasi ada merah, kuning, orange, hijau.
                Mengapa suatu buah dikatakan superfruit ? Untuk mengatakan suatu buah superfruit tentu saja ada penandanya (signature), yang kita kenal dengan superfruit signature.  Suatu buah dikatakan super karena tinggi kandungan zat gizi essensial dan senyawa non-gizinya.  Gross (2010) menyebut buah super memiliki kandungan yang tinggi dalam 4 penanda berikut :

  1. Serat makanan prebiotik (zat gizi makro yang dibutuhkan dalam jumlah gram).  Serat makanan sangat penting untuk kesehatan.
  2. Vitamin C (zat gizi mikro yang dibutuhkan hanya dalam jumlah miligram).  Vitamin C berperan sebagai zat gizi antioksidan.
  3. Karotenoid (pigmen orange-kuning, sebagian dikonversi menjadi vitamin A di sel usus; merupakan kelompok fitokimia; jumlah yang dibutuhkan tidak diketahui).  Karotenoid berperan sebagai antioksidan dan peran-peran fisiologi lainnya.
  4. Polyphenol (pigmen merah kecoklatan, merah lembayung; juga merupakan kelompok fitokimia dengan kebutuhan harian yang tidak diketahui).  Polifenol berperan sebagai antioksidan dan peran non-antioksidan seperti hormon dan kekebalan tubuh.

Karotenoid berkaitan dengan manfaat kesehatan bagi penyakit mata, penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit kulit (psoriasis), peradangan, dan infeksi virus.

Ketika kita melihat buah berwarna kuning dan orange, kita harus selalu berpikir bahwa buah tersebut memberikan dua nilai kesehatan : 1) senyawa provitamin A seperti B-karoten, dan 2) fungsi antioksidan dari karotenoid.  Meskipun tanaman berwarna hijau, seperti mangga hijau, jambu hijau, kandungan karotenoid dari pigmen kuning-jingga bisa saja tinggi.  Warnanya yang hijau karena disembunyikan oleh pigmen yang dminan yaitu klorofil hijau atau anthocyanin merah.

Yang sangat menarik adalah sains terbaru memandang polifenol memiliki peranan non-antioksidan dimana ia dalam jumlah kecil berperan seperti hormon atau kekebalan tubuh yang mengatur (menyetel) gen, enzim dan reseptor yang terlibat dalam komunikasi dari satu sel ke sel lainnya.  Pengaturan ini seperti tombol “on-off” bagaimana penyakit mulai bekerja.  Inilah alasan mengapa lebih banyak makan buah dan sayuran seringkali berhubungan dengan menurunnya kemungkinan terserang penyakit.  Dengan kata lain,  asupan polifenol yang tidak cukup dari pangan nabati yang berwarna-warni akan meninggalkan tombol mulai bekerjanya penyakit selalu pada posisi  “on”.

Penentuan suatu buah dikatakan buah super karena paling padat zat gizi dan paling menjanjikan berkenaan dengan sifat-sifat kesehatannya, yang dipilih berdasarkan skoring tertinggi dari 5 aspek, yaitu densitas dan keragaman zat gizi, densitas dan keragaman senyawa fitokimianya, intensitas riset dasarnya, intensitas riset klinis, serta popularitasnya. Mangga memiliki skor 23 dari skor total 25 dan menduduki ranking pertama dari 20 buah super.

Kekuatan Mangga

                Kekuatan mangga bisa kita lihat dari kandungan zat gizinya. Mangga tinggi kandungan protein, serat prebiotik, vitamin antioksidan (vitamin A, C, B dan mineral), juga asam amino dan asam lemak omega tergolong baik.  Kalau dilihat karotenoidnya, mangga mengandung karotinoid tinggi (alfa dan beta karoten, lutein, violaxanthin), polifenol tinggi (quercetin, asam gallic, gallotannins, rhamnetin, cyanidin dan xanthone glycosida, termasuk mangiferin, terutama dikulit).  Dilihat dari warna kita akan dapati warna mangga yang bervariasi merah-kecoklatan, kuning, orange, hijau, hal ini karena kultivar mangga yang sangat banyak.

                Kekuatan mangga sebenarnya juga terletak pada kulitnya.  Pada kulit mangga terkandung serat makanan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, disamping itu juga terkandung karotenoid dan polifenol.  Hanya saja tidak ada orang yang bisa menikmati kulitnya yang bertekstur sangat berserat dan rasanya kurang enak, karena itu orang selalu membuangnya.  Akan tetapi jika kulitnya dikukus atau digoreng maka kulitnya akan lebih lembut dan lebih mudah dikunyah.  Segelintir orang juga sangat sensitif terhadap kulit mangga akibat kandungan kimianya, yang disebut urushiol yang dapat menyebabkan kulit melepuh.

Manfaat Kesehatan Mangga

Ilmuwan Kuba dan Spanyol sudah lama menguji manfaat kesehatan dari Vimang, suatu campuran dari ekstrak bagian buah dan pohon mangga.  Vimang merupakan rmuan yang kaya akan mangiferin dan terbukti mampu melawan berbagai alergen, senyawa peradangan, dan nyeri.  Penelitian tahun 2008 pada tikus menunjukkan  Vimang terbukti mampu memperbaiki fungsi memori dan tanda-tanda lain dari fungsi neurologi.  Disamping itu di India, senyawa yang dibuat dari daun pohon mangga yang diperkaya dengan mangiferin menunjukkan aktivitas antibiotik yang melawan bakteri gigi tertentu pada subjek manusia, yang menunjukkan bahwa menyikat gigi dengan ekstrak mangga bermanfaat untuk higiene mulut.

Penelitian menarik lainnya adalah lupeol mangga, suatu senyawa terpene yang memiliki aktivitas biologi melawan peradangan, arthritis, kerusakan DNA, dan malaria pada penelitian pada hewan.  Penelitian lain lain pada lupeol sebagai agen anti-kanker menunjukkan penemuan berbagai turunan yang sangat aktif dan secara nyata berpotensi mengobati berbagai jenis kanker. Meskipun diperlukan penelitian yang lebih banyak lagi untuk mengklarifikasi senyawa pencegah kanker, ekstrak mangga dan jus mangga terbukti mampu menghambat sel kanker pada percobaan di laboratorium.

Biasakan Makan Mangga

                Mumpung saat ini musim mangga dan harganya juga murah, maka biasakan makan mangga atau jus mangga setiap hari.  Agar tidak membosankan, pilih berbagai jenis mangga dan gunakan secara bergantian.  Lebih baik lagi kalau diolah dengan berbagai jenis menu.  Selamat menikmati dan rasakan manfaatnya.

Sumber :
Gross P.  2010.  Superfruits.  New York : McGrawHill.

No comments: