Kalau kamu hobi membaca, tersedia berbagai referensi untuk berbagai bidang ilmu.
Berikut ini adalah link yang legal yang mungkin kamu butuhkan untuk mencari buku teks, materi kuliah, video, musik, seni/budaya, teknologi, dan lain-lain.
https://creativecommons.org/about/
http://www.collegeopentextbooks.org/textbook-listings/textbooks-by-subject
Saturday, September 24, 2016
Saturday, September 3, 2016
Buku yang kamu cari
Buku merupakan cermin dunia.
Dari buku kita mengetahui isi dunia.
Buku juga merupakan guru yang tidak pernah marah dan mau menemani kita
kapan saja dan dimana saja. Tidak
sedikit orang mencari buku untuk menemaninya.
Nah apakah kamu tertarik dengan buku?
Kalau kamu tertarik dengan buku untuk memenuhi kebutuhanmu,
kamu bisa mendapatkannya dengan cara mengunduhnya. Banyak buku yang bisa kamu dapatkan dari
berbagai bidang ilmu, ada buku-buku sosial, ekonomi, bisnis, kimia, hukum, dan
gizi? Kalau kamu mau kamu dapat mengunduh
secara bebas dan legal pada tautan dibawah ini. Ayo buruan...
Monday, August 22, 2016
Fortifikasi Pangan
Ratusan juta otang tidur setiap malam dengan kelaparan. Lebih banyak lagi orang di dunia ini mengalami
kekurangan gizi, terutama gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral, seperti
vitamin A, besi, iodium, folat, zinc, dll atau disebut dengan “hidden hunger”. Kekurangan gizi mikro ini berhubungan dengan
gangguan kognitif, penurunan imunitas, peningkatan insiden dan beratnya
penyakit infeksi dan kematian.
Di beberapa negara program penanggulangannya bahkan sudah
lebih dari 50 tahun, tetapi hingga kini masalah kekurangan gizi mikro masih
menghantui sebagian negara, terutama negara berkembang. Banyak program gizi yang dapat dilakukan,
salah satunya yang digadang-gadang mampu mengatasi masalah gizi mikro adalah
program fortifikasi gizi. Contoh program
fortifikasi gizi yang paling tua adalah program fortifikasi garam dengan
iodium. Walaupun program fortifikasi
iodium sudah berlangsung lebih dari setengah abad, hingga kini masih banyak
masalah yang dihadapi. Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) dan
Pemerintah Tanzania sebagai tuan rumah sudah melakukan Global Summit on Food
Fortification di Arusha, Tanzania tahun 2015 yang lalu dengan tujuan : 1)
mereview tantangan dan pencapaian fortifikasi; 2) memahami eviden terkini; 3) memperkuat
dan memadukan diantara mitra langkah
kedepan yang lebih baik.
Bagaimana rekomendasi pertemuan tersebut dapat dibaca pada
Suplemen “Sight and Life Magazine” yang dapat diunduh disini :
Monday, August 15, 2016
Global Nutrition Report 2016
International Food Policy Research Institute telah
mempublikasikan Global Nutrition Report 2016 : From
Promise to Impact: Ending Malnutrition by 2030. Pada bulan Juni 2016
yang lalu. Laporan ini merupakan
barometer kemajuan penuntasan masalah gizi di dunia. Sampai saat ini tantangan masalah gizi yang
dihadapi adalah satu dari setiap tiga
penduduk mengalami masalah gizi. Masalah
gizi ini bermanifestasi dalamberbagai cara yang berbeda, yaitu : tumbuh kembang
anak yang buruk; seseorang yang kulit dan tulangnya mudah terkena infeksi; atau
seseorang yang mengalami kelebihan berat badan atau yang beresiko mengalami
penyakit kronis akibat kelebihan asupan gula, garam, atau lemak; atau seseorang
yang mengalami defisiensi vitamin dan mineral yang penting.
Gizi salah dan diet sejauh ini merupakan
faktor resiko terbesar bagi beban penyakit global. Konsekuensi ekonomi akibat hal tersebut
adalah kehilangan 11% produk domestik kotor (GDP) setiap tahun di Asia dan
Afrika, dimana manfaat yang diperoleh adalah $16 untuk setiap $1 investasi yang
dikeluarkan.
Kemajuan program yang dilakukan antar negara sangat
bervariasi. Banyak negara tidak mencapai
target penurunan masalah gizi atau tidak berada pada jalur yang tepat. Karena itu upaya yang dilakukan harus lebih
keras lagi, tidak mengandalkan upaya-upaya yang seperti biasa dilakukan.
Aksi yang harus dilakukan untuk menuntaskan masalah gizi
adalah :
1. Membuat pilihan politik untuk mengakhiri semua bentuk gizi salah
(malnutrisi).
2. Berinvestasi lebih banyak bagi program gizi, dan mengalokasikan
dana dengan lebih baik.
3. Mengumpulkan data yang lebih tepat untuk memaksimalkan invesment.
4. Berinvestasi dalam melakukan solusi yang berbasis eviden dan
terbukti, dan mengidentifikasi sesuatu solusi yang baru.
5. Menangkal gizi salah (malnutrisi) dalam segala bentuknya.
Bagi yang berminat laporan tersebut bisa diunduh pada link
berikut : http://ebrary.ifpri.org/utils/getfile/collection/p15738coll2/id/130354/filename/130565.pdf
Friday, January 1, 2016
Saturday, September 26, 2015
Laporan Gizi Global 2015 (Global Nutrition Report 2015)
Beberapa hari yang lalu tepatnya pada 23 September telah di
release Laporan Gizi Global 2015 (Global Nutrition Report 2015) di New
York. Masyarakat dunia saat ini menghadapi
banyak masalah gizi. Setiap orang bisa
menghadapi lebih dari satu jenis masalah gizi, oleh karena maslah gizi yang ada
bisa dijumlahkan. Saat ini diperkirakan
besarnya masalah gizi dunia sebagai berikut :
- 2 milyar orang mengalami kekurangan zat gizi mikro.
- 1.9 milyar orang dewasa mengalami overweight atau obes
- 161 juta anak balita pendek menurut umurnya atau stunted, 51 juta tidak cukup berat badan menurut tinggi badannya (kurus atau wasted), dan 42 juta mengalami overweight; tak satupun anak ini yang tumbuh secara sehat.
- 794 juta penduduk diduga mengalami kekurangan kalori.
- Satu diantara 12 orang dewasa diseluruh dunia menderita diabetes tipe-2.
Banyak
negara yang anak-anaknya hanya sebagian kecil saja yang tumbuh secara sehat,
seperti Bangladesh, Re[ublik Demokratik Kongo, Ethiopia, Nigeria, dan Pakistan. Pada negara-negara tersebut persentase
anak-anak balita yang tidak stunted atau wasted ganya berkisar 43-48 persen.
Kemajuan
yang telah dicapai selama ini cukup bervariasi, dari 74 negara yang datanya
tersedia sekitar 70 negara telah memenuhi
minimal satu target dari 5 target yang telah ditetapkan, yaitu World
Health Assembly (WHA) Global Nutrition Targets by 2025. Hanya satu negara sudah memenuhi kelima
target, yaitu Kenya, tetapi juga ada empat negara yang tidak memenuhi satupun
dari kelima target, yaitu Iraq, Mozambique, Thailand, Sao Tome and Principe. Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata Indonesia hanya memenuhi satu target
saja, karena itu masih banyak hal yang harus ditingkatkan dan perlu upaya yang
lebih keras lagi.
Dalam
laporan ini juga dikatakan bahwa investasi bidang gizi memberikan manfaat yang sangat tinggi
bagi pembangunan ekonomi (lihat gambar dibawah).
Buku
ini sangat baik untuk dibaca. Bagi yang
berminat mengunduh bisa diunduh melalui link berikut :
http://ebrary.ifpri.org/utils/getfile/collection/p15738coll2/id/129443/filename/129654.pdf
Saturday, September 19, 2015
Karbohidrat dan Kesehatan (Carbohydrates and Health)
Scientific Advisory
Committee on Nutrition (SACN) Inggeris merekomendasikan angka kecukupan
gizi karbohidrat penduduk adalah 50% dari asupan energi makanan total. Direkomendasikan juga asupan ‘free sugar’
atau ‘bebas gula’ (semua monosakarida dan disakarida yang ditambahkan pada
makanan oleh pabrik, masakan atau konsumen, serta gula alami yang terdapat pada
madu, sirup dan jus buah tanpa pemanis) tidak boleh melebihi 5% dari asupan energi total pada penduduk
berusia 2 tahun keatas. Pembatasan asupan
‘free sugar’ ini untuk menghindari kerusakan gigi. Pembatasan asupan gula ini juga akan
berdampak positif terhadap asupan energi secara keseluruhan, diharapkan dengan
pembatasan gula maka asupan energi juga bisa dikendalikan. Pada akhirnya masalah kegemukan juga dapat
dikurangi.
SACN juga merekomendasikan angka kecukupan serat makanan karena
manfaatnya yang sangat positif untuk kesehatan , yaitu sebesar 15 g/hari untuk anak berusia 2-5 tahun, 20
g/hari untuk anak usia 5-11 tahun, 25 g/hari untuk anak berusia 11-16 tahun, serta
30 g/hari untuk remaja usia 16-18 tahun dan orang dewasa. Serat makanan yang dimaksudkan disini adalah
semua karbohidrat yang dapat dicerna maupun yang tidak dapat dicerna dalam usus
halus dan memiliki derajat polimerasi tiga atau lebih unit monomer, dan lignin. Asupan serat makanan ini harus dicapai
melalui asupan beragam makanan, bukan dari suplemen atau bahan ekstraksi serat.
Rekomendasi juga dibuat untuk asupan karbohidrat secara
keseluruhan , yaitu sekitar 50% dari asupan energi total.
Buku tentang Karbohidrat dan Kesehatan tersebut dapat diunduh pada link dibawah :
Saturday, September 12, 2015
Apel dan Tomat hijau meningkatkan Otot
Ketika usia bertambah maka akan terjadi penurunan kemampuan untuk
mempertahankan massa, kekuatan dan mutu otot skeletal . Kondisi ini disebut sarcopenia. Kehilangan massa otot skeletal sekitar 0.5
sampai 1% pertahun setelah berusia 25 tahun.
Ciri sarcopenia adalah pertama, terjadinya atrofi (penurunan ukuran
otot) yang terjadi bersamaan dengan penurunan mutu jaringan otot. Kemudian berlanjut dengan penurunan fungsi
dan kekuatan otot.Hal ini terjadi karena
adanya protein ATF4 (Activating Transcription Factor 4 atau
faktor transkripsi) yang dapat mengubah ekspresi gen pada sekelompok gen dalam
otot skeletal, sehingga terjadi penurunan sintesis, kekuatan dan massa
otot. Dengan semakin bertambahnya umur
maka ATF4 semakin berakumulasi dalam tubuh seseorang.
Peneliti dari Universitas Iowa yang dipimpin Prof
Christopher Adams berhasil mengidentifikasi dua senyawa yang dapat mengurangi
defisit kekuatan, mutu dan massa otot,
yaitu ursolic acid (suatu pentacyclic triterpenoid yang ditemukan
dalam apel hijau, terutama pada kulit apel dan tomatidine (suatu steroidal alkaloid yang berasal dari
tomat hijau). Dua senyawa ini berperan
dalam mengurangi aktivitas ATF4. Dengan
mengurangi aktivitas ATF4, maka ursolic
acid dan tomatidine memungkinkan
otot dipulihkan dari efek penuaan (aging). Penelitian pada tikus, hanya dalam dua bulan
massa otot meningkat 10 persen dan mutu otot meningkat 30 persen.
Hasil penelitian ini di publikasi minggu lalu dalam Journal
of Biological Chemistry http://www.jbc.org/content/early/2015/09/03/jbc.M115.681445.full.pdf+html
Oleh karena itu agar otot tidak berkurang dengan
bertambahnya usia, maka jangan lupa makan tomat hijau dan apel...mumpung tomat
lagi murah...hehe
Subscribe to:
Posts (Atom)








