Laman

Jumat, 06 Februari 2015

Improving diets and nutrition through Food-based Approaches

FAO dan CABI bekerjasama mempublikasi sebuah buku tentang improving diets and nutrition through Food-based Approaches. Buku ini mengadvokasi pendekatan berbasis pangan yang sensitif gizi untuk mengatasi masalah kelaparan dan malnutrisi. Bagi yang berminat dapat mengunduh disini http://www.fao.org/3/a-i3030e.pdf


Jumat, 21 November 2014

Global nutrition report - Laporan gizi global

Gizi baik kunci pembangunan berkelanjutan.  Tapi hampir semua negara anggota PBB menghadapi masalah gizi salah (malnutrition).  Semakin banyak negara yang menghadapi masalah gizi yang semakin kompleks, seperti stunting, anemia, overweight. Tidak hanya itu, banyak negara tidak mampu memenuhi target perbaikan gizi global, meskipun juga ada banyak negara yang berhasil memperbaiki target sesuai dengan the World Health Assembly.  Penyebab tidak langsung yang jadi pendorong  masalah gizi, seperti suplai pangan, sanitasi dan air bersih, pendidikan, serta perawatan kesehatan, semakin membaik keadaannya.  Cakupan intervensi yang spesifik gizi juga masih rendah.

Banyak pekerjaan yang harus dituntaskan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah gizi, termasuk investasi untuk perbaikan gizi, serta kebijakan, hukum (perundang-undangan) dan kelembagaan yang perlu diperkuat.

Kalau ingin membaca buku laporan gizi global dapat di unduh disini :

http://www.ifpri.org/publication/global-nutrition-report-2014








Kamis, 13 November 2014

Flavanol biji cokelat (cocoa beans) memperbaiki memori akibat penuaan

Senyawa yang ditemukan dalam biji cokelat (cocoa beans), bukan chocolate, dapat mengembalikan kehilangan memori akibat penuaan pada manula sehat.  Demikian, hasil penelitian terbaru yang dipublikasi dalam jurnal Nature Neuroscience 26 Oktober 2014.  Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang secara langsung membuktikan bahwa komponen khusus dari penurunan memori terkait usia dsebabkan oleh perubahan pada daerah khusus otak (dentate gyrus), dan hal ini dapat diperbaiki dengan perbaikan makanan.  Penelitian ini dilakukan oleh Adam M Brickman, dan kawan-kawan  dari Taub Institute for Research on Alzheimer's Disease and the Aging Brain, Columbia University, New York.


Daerah otak diberi warna kuning adalah hippocampus; dentate gyrus ditunjukkan oleh warna hijau dan entorhinal cortex warna ungu. Kerja sebelumnya,termasuk oleh laboratorium peneliti senior Scott A. Small, M.D., menunjukkan bahwa perubahan pada bagian tertentu hippocampus otak, yaitu dentate gyrus berhubungan dengan penurunan memori normal terkait usia pada manusia dan mamalia lain. Dentate gyrus  berbeda dengan entorhinal cortex, yaitu daerah hippocampal  yang dipengaruhi oleh penyakit Alzheimer's disease tahap awal.
Credit: Lab of Scott A. Small, M.D.

Penurunan memori ini merupakan hal yang normal dengan semakin bertambahnya usia.  Penurunan memori terjadi mulai usia dewasa awal (meskipun pada usia dewasa awal ini tidak berpengaruh nyata terhadap mutu hidup) sampai usia seseorang mencapai 50-an dan 60-an tahun.  Penelitian ini sendiri dilakukan pada kelompok usia 50-69 tahun.

Flavan-3-ol (kadang-kadang disebut sebagai flavanol) merupakan turunan flavan.  Flavan sendiri merupakan salah satu kelompok dari flavonoid.  Senyawa-senyawa flavan  ini termasuk catechin, epicatechin gallate, epiallocatechin gallate, proanthocyanidin, theaflavin, dan thearubigin.  Catechin banyak terdapat pada teh, kakao dan cokelat (yang dibuat dari biji cokelat).

Pada penelitian ini subjek (37 orang) yang merupakan sukarelawan sehat berusia 50-69 tahun diberi minuman yang mengandung flavanol dari biji cokelat dengan dua tingkat dosis, yaitu diet flavanol tinggi (900 mg flavanol per hari) atau diet flavanol rendah ( 10 mg flavanol per hari).  Pemberian minuman dilakukan selama tiga (3) bulan.

Setelah tiga bulan pemberian minuman kaya flavanol maka sangat nyata terjadi perbaikan memori.  Memori seseorang yang setara usia sekitar 60 tahun pada awal penelitian membaik menjadi memori seperti orang yang berusia 30-an atau 40-an tahun.  Sungguh terjadi perbaikan yang luar biasa.

Hasil penelitian ini tentu saja memberikan harapan untuk pebaikan memori kaum manula.  Penelitian ini juga perlu direplikasi lebih banyak lagi agar mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan.

Sekali lagi minuman kaya flavanol yang diuji disini berasal dari biji cokelat (cocoa beans), yang biasanya kandungan flavanol ini terbuang ketika melakukan proses pembuatan makanan/cokelat.  Jadi bukan makan cokelat olahan (chocolate) ya.


Link jurnal : http://www.nature.com/neuro/journal/vaop/ncurrent/full/nn.3850.html#access

Rabu, 12 November 2014

Penemuan pertama ‘virological penicillin’- harapan melawan virus

Setelah sekitar satu abad penemuan penicillin oleh Alexander Fleming sebagai antibiotik dan bermanfaat menyelamatkan banyak nyawa, kini ilmuwan Tiongkok (Zhen Zhou et al. dari Jiangsu Engineering Research Center for MicroRNA Biology and Biotechnology, State Key Laboratory of Pharmaceutical Biotechnology, School of Life Sciences, Nanjing University) menemukan apa yang mereka sebut dengan ‘virological penicillin’ – MIR2911,  suatu molekul yang ditemukan secara alami pada herba Tiongkok yang disebut “honeysuckle” (Lonecera japonica), lihat http://www.fs.fed.us/database/feis/plants/vine/lonjap/all.html .  Senyawa ini memiliki aktivitas antivirus spektrum luas. Tanaman ini secara tradisional di Tiongkok digunakan untuk mengobati influenza.  Tanaman yang biasa dikonsumsi dalam bentuk teh dapat menekan replikasi virus influenza.

Sebagai produk alami kita berharap MIR2911, yang merupakan ‘virological penicillin’ dan terbukti mengikat beberapa jenis virus influenza dan menghambat virus H1N1, tidak hanya berperan melawan virus influenza, melainkan juga virus-virus lainnya yang pada saat ini belum terkendalikan.


Demikian hasil penelitian terbaru dipublikasi dalam jurnal Cell Research http://www.nature.com/cr/journal/vaop/ncurrent/full/cr2014130a.html


Senin, 03 November 2014

Apa bahaya minum susu?

Susu pada saat ini dianggap merupakan minuman yang menyehatkan, bahkan diklaim dapat memperbaiki kesehatan tulang.  Apakah minum susu tidak berbahaya?  Penelitian terbaru menunjukkan efek yang buruk dari kebiasaan minum susu terhadap kesehatan tulang dan bahkan kematian.

Penelitian kohort pada manusia menunjukan bahwa orang yang biasa minum susu 3 kali atau lebih dalam sehari ternyata kerapuhan tulang 50% lebih tinggi dan kematiannya duakali lipat lebih tinggi (baca http://www.bmj.com/content/349/bmj.g6015).  Pada penelitian subsampel ditemukan hubungan antara asupan susu dengan 8-iso-PGF2α pada urin (suatu biomarker stres oksidatif) dan interleukin-6 serum (biomarker utama inflamasi atau peradangan).

Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian pada hewan yang menunjukkan asupan galaktosa (jenis gula yang terdapat dalam laktosa atau gula susu) menyebabkan kerusakan oksidatif dan mempercepat penuaan.  Kerusakan oksidatif menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis, seperti kanker, hipertensi, penyakit jantung .  Karena itu asupan susu yang berkaitan dengan peningkatan 8-iso-PGF2α dan interleukin-6 jelas menyebabkan laju kematian akibat penyakit kanker dan kardiovaskular yang lebih tinggi.


Faktor lain yang berbahaya dalam susu adalah lemak jenuh pada susu.  Lemak susu ini diketahui dapat mengubah komposisi bakteri yang tidak berbahaya yang secara alami terdapat dalam usus.  Akibatnya terjadi ketidakseimbangan atau terjadinya pergeseran keseimbangan spesies, dan hal ini dapat memicu respon imun yang menyebabkan inflamasi  dan kerusakan jaringan (baca http://blogs.scientificamerican.com/observations/2012/06/13/saturated-fats-change-gut-bacteria-and-may-raise-risk-for-inflammatory-bowel-disease/  dan http://www.nature.com/nature/journal/v487/n7405/full/nature11225.html).  Lemak jenuh ini biasanya sangat sukar dicerna.  Untuk melarutkan lemak maka hati akan memproduksi suatu bentuk empedu yang kaya akan sulfur.  Peneliti menemukan apabila empedu tersebut sampai ke usus, maka mikroba yang disebut Bilophila wadsworthia -- nama yang berarti pencinta empedu—akan berkembang biak dan menyebabkan inflamasi dan kerusakan jaringan.  Pada orang sehat populasi bakteri ini sangat kecil di usus, hanya sekitar 0,01%.

Apakah Anda masih ingin minum susu?


Kamis, 30 Oktober 2014

Konsumsi susu yang tinggi tidak mengurangi resiko keropos tulang

Sebuah penelitian kohort yang baru dipublikasi di British Medical Journal (dipublikasi 28 Oktober 2014) mengamati hubungan antara konsumsi susu dengan kematian dan keropos tulang pada wanita dan laki-laki di Swedia , yang dilakukan Prof. Karl Michaëlsson, dkk  dari Department of Surgical Sciences, Uppsala University, Swedia.   Pada penelitian ini diamati kebiasaan makan dari 61.400 wanita pada tahun 1987-1990 dan 45.300 laki-laki pada tahun 1997, dan kemudian dimonitor selama rata-rata 22 tahun kedepan.  Pada penelitian ini partisipan (subjek) ditanya tentang kebiasaan minum susu dan produknya seperti yogurt dan keju.  Selanjutnya diamati (dilacak) seberapa banyak yang menjadi keropos tulang dan meninggal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu yang tinggi (lebih dari 3 gelas perhari atau 680 mL) pada wanita dan laki-laki tidak mengurangi resiko keropos tulang, bahkan tingkat kematiannya lebih tinggi pada wanita dan laki-laki. Padahal selama ini susu merupakan sumber kalsium yang baik dan dianggap dapat memperkuat tulang dan mengurangi keropos tulang.

Secara spesifik wanita yang minum susu 3 gelas sehari atau lebih memiliki peluang kematian duakali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang minum susu kurang dari satu gelas perhari.  Kemudian ditemukan juga bahwa wanita yang minum susu 3 gelas atau lebih per hari memiliki keropos tulang pinggung 50% lebih tinggi dibanding yang minum susu sedikit.

Apabila dipertimbangkan juga konsumsi susu yang difermentasi, seperti yogurt, maka wanita yang banyak mengkonsumsi susu dan produk turunannya memiliki resiko keropos tulang yang lebih rendah.  Prof. Karl Michaëlsson menduga hal ini erat kaitannya dengan keberadaan gula dalam susu.  Karena hasil penelitian pada hewan menunjukkan gula mempercepat proses penuaan.

Disarankan agar setiap orang terus mengonsumsi diet seimbang dan beragam dari berbagai kelompok pangan yang selama ini dianjurkan, termasuk konsumsi susu.
Alamat Jurnalnya :

http://www.bmj.com/content/bmj/349/bmj.g6015.full.pdf

Minggu, 26 Oktober 2014

Mengapa tidak boleh minum ketika sedang makan

 Semua orang menyadari bahwa air sangat penting untuk kehidupan.  Kekurangan cairan akan mengakibatkan dehidrasi. Untuk menghindari dehidrasi setiap orang dianjurkan minum lebih banyak.  Tetapi minum air ketika sedang makan bukanlah waktu yang tepat.  Mengapa demkian? Karena akan berdampak buruk terhadap pencernaan makanan.

Ketika kita mengunyah makanan, tubuh kita membuat enzim atau cairan cerna yang membantu memecah makanan agar masuk kedalam usus dan diserap kedalam tubuh.  Jika kita minum air saat sedang makan, maka air tesebut akan melarutkan “cairan cerna” sehingga berkurang keasamannya atau daya cernanya, dan hal ini akan mengganggu proses pencernaan makanan.

Pada orang-orang tua (diatas 40 tahun) biasanya asam lambung atau HCl biasanya kurang kuat dibandingkan dengan orang yang masih muda (usia 18-20 tahun). Rendahnya atau ketiadaan asam lambung ini dikenal dengan hipokloridria.  Hipokloridria menyebabkan berbagai masalah pencernaan.  Lambung membutuhkan lingkungan asam karena berbagai alasan berikut :

·         Asam dibutuhkan untuk pencernaan protein.
·         Asam dibutuhkan agar lambung dapat dikosongkan secara tepat, dan kegagalan pengosongan lambung dapat menyebabkan penyakit refluks gastroesofagus.
·         Asam dibutuhkan untuk mensterilisasi lambung dan membunuh bakteri atau ragi yang masuk lambung
·         Lingkungan asam dibutuhkan untuk penyerapan zat gizi mikro (micronutrients) tertentu, terutama ion-ion valensi dua dan valensi tiga seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), zinc (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe), selenium (Se), boron dan sebagainya.

Hati-hati juga dengan diet cola yang mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu keasaman lambung, serta juga mengganggu metabolisme kalsium dan kesehatan tulang apabila diminum dalam jumlah banyak.

Dampak negatif minum saat sedang makan
1.       Kegagalan mencerna makanan secara tepat, terutama menyebabkan gangguan penyerapan protein.
2.       Kegagalan menyerap mineral mikro. Mineral mikro sangat penting untuk fungsi tubuh normal.  Jika mineral intidak ada, maka proses biokimia tubuh akan terganggu atau melambat, organ-organ juga melambat, dan terjadi proses penuaan yang lebih cepat.  Sehingga orang akan mudah terkena penyakit, seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit neuro-degeneratif.
3.       Kegagaan mensterilkan lambung.  Hal ini akan membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit infeksi usus, seperti gastro-enteritis dan kemungkinan juga enterovirus, seperti  Epstein-Barr virus, Coxsackie virus, Echo virus dan lain-lain.
4.       Gangguan penyerapan vitamin B12.  Seperti diketahui lambung harus dalam suasana asam agar dapat menyerap vitamin B12

Dampak negatif pangan yang tidak tercerna tersebut akhirnya akan menyebabkan refluks asam, nyeri  ulu hati (heartburn), dan juga menyebabkan membanjirnya insulin darah sama pengaruhnya seperti kita makan pangan indeks glikemik tinggi.

Akhir-akhir ini banyak orang minum air lebih banyak dengan harapan meningkatkan metabolisme, sehingga dapat menurunkan berat badan.  Tentu saja hal itu benar.  Tetapi minum air yang banyak saat sedang makan tidak akan membantu memacu metabolisme dan menurunkan berat badan.

 Karena itu cobalah berhenti minum sebelum makan dan kita harus menunggu 30 menit setelah makan untuk memulai minum kembali.  Kita masih boleh minum sedikit demi sedikit sebelum dan setelah makan, tetapi tidak dianjurkan minum segelas penuh air pada saat makan karena hal ini akan menyebabkan masalah-masalah metabolisme dan pencernaan.


Jumat, 24 Oktober 2014

Lassi Mangga

Lassi  merupakan minuman dingin tradisional berbahan dasar yogurt yang berasal dari India, Banglades, dan Pakistan. Lassi biasanya dibuat dan diminum sebelum makan, tetapi minuman ini juga bisa dijadikan snack bergizi yang menyegarkan.  Ketika mangga sedang melimpah seperti sekarang ini biasanya bosan makan buah mangga segar, meskipun cara ini (whole food) sangat menyehatkan.  Untuk mengurangi kebosanan bisa dicoba membuat Lassi mangga.

Dengan minum minuman berbahan dasar mangga akan didapatkan manfaat yang sangat banyak, karena mangga kaya akan manfaat.  Diantara manfaat mangga adalah mencegah kanker, memperbaiki penglihatan, tinggi kandungan Cu, memperbaiki kehidupan seks, meningkatkan basa, memperbaiki pencernaan, menurunkan kolesterol, serta memperbaiki memori dan konsentrasi.



Resep ini dapat dibuat menjadi 4 ½ sajian.  Setiap sajian menyuplai sekitar 85 kkal, 4 g protein, 17 g karbohidrat, 0 g lemak, 3,7 g serat, 130 mg kalsium, dan 14 mg vitamin C.

Bahan-bahan:
1 buah mangga matang
1 gelas yogurt-tanpa lemak rasa plain
1 sendok makan gula
6 potong (kubus) es batu

Cara membuat :
1.       Cuci dan kupas buah mangga.  Ambil daging buahnya, dan buang kulit dan bijinya.
2.       Potong- potong daging mangga dan masukkan dalam blender.
3.       Tambahkan yogurt, gula, es batu kedalam blender.
4.       Blender bahan-bahan tersebut sampai halus.
5.       Sajikan segera atau simpan dalam refregerator sampai 24 jam.